Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), akan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian, khususnya pada perlintasan sebidang. Langkah ini menyusul insiden kecelakaan kereta api di wilayah kawasan Stasiun Bekasi Timur.
"Tentunya kami semua juga ingin terus melakukan pembenahan-pembenahan, evaluasi dan koreksi yang menyeluruh. Pada tingkat strategis tapi juga pada tingkatan operasional dan teknis," kata AHY di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
AHY mengakui sejak awal telah mengidentifikasi masih banyaknya lintasan sebidang, yakni perpotongan antara jalur rel kereta api dan jalan raya yang dinilai memiliki risiko kecelakaan tinggi.
"Di mana rel kereta ini juga bersamaan dengan jalur transportasi darat, artinya jalan crossing dengan rel kereta," kata dia.
Atas dasar itu, AHY akan menyiapkan solusi jangka panjang berupa pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi.
Pembangunan flyover dinilai menjadi solusi utama untuk menghilangkan perlintasan sebidang yang berpotensi menimbulkan kemacetan sekaligus risiko korban jiwa.
"Saya ingin mendorong untuk mempercepat semuanya, karena memang misalnya untuk membangun flyover sehingga tidak lagi ada lintasan sebidang, ini perlu penyiapan tata ruangnya, lahannya, ini juga membutuhkan proses," jelas AHY.
Baca Juga: Stasiun Bekasi Timur Ditutup! KRL Cikarang Hanya Sampai Bekasi, 19 Kereta Jarak Jauh Dibatalkan
Baca Juga: Prabowo Siapkan Rp4 Triliun untuk Bangun Fly Over Usai Tabrakan Kereta di Bekasi
Baca Juga: Menhub Evaluasi Proyek DDT Buntut dari Kecelakaan KA di Bekasi Timur
AHY berharap keberadaan flyover memungkinkan penutupan sejumlah perlintasan sebidang lainnya, sehingga risiko kecelakaan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
"(Barulah) bisa menutup sejumlah lintasan sebidang lainnya, jika flyover tersebut misalnya sudah hadir di tengah-tengah masyarakat kita," ungkap dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: