Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BNI Catat Laba Rp5,6 Triliun pada Kuartal I 2026, Kredit Tumbuh 20,1%

BNI Catat Laba Rp5,6 Triliun pada Kuartal I 2026, Kredit Tumbuh 20,1% Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp5,6 triliun. Capaian tersebut ditopang pertumbuhan bisnis yang sehat, peningkatan pendapatan bunga bersih, serta kontribusi kuat dari pendapatan nonbunga.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, struktur pendanaan yang solid dan ekspansi kredit yang sehat menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 12,1% secara tahunan (year on year/yoy).

Pada saat yang sama, pendapatan nonbunga juga tumbuh 12,6%, terutama didorong peningkatan fee based income dari transaksi melalui platform digital atau e-channel.

“Kombinasi pertumbuhan bisnis yang sehat, peningkatan pendapatan bunga bersih dan pendapatan nonbunga, serta kualitas aset yang semakin resilien menghasilkan laba bersih sebesar Rp5,6 triliun hingga kuartal I 2026,” kata Paolo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Kinerja tersebut turut mendorong Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) mencapai Rp9,3 triliun. Angka ini menjadi pencapaian tertinggi untuk periode kuartal I dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Di sisi intermediasi, BNI mencatat penyaluran kredit sebesar Rp919,3 triliun pada Maret 2026 atau tumbuh 20,1% yoy.

“Penyaluran kredit ini tumbuh seimbang pada segmen business banking dan konsumer ritel untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya.

Dari sisi kualitas aset, perbaikan kinerja terus berlanjut dengan rasio non-performing loan (NPL) membaik menjadi 1,9%. Sementara itu, loan at risk berada di level 8,6% atau lebih baik dibandingkan posisi sebelum pandemi. Adapun credit costtercatat di level 1,1%, sesuai dengan guidance perseroan.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi salah satu penopang utama kinerja keuangan BNI sepanjang kuartal I 2026. Pertumbuhan dana murah (current account savings account/CASA) BNI mencapai 26,6% yoy menjadi Rp731,6 triliun pada Maret 2026. Peningkatan ini ditopang pertumbuhan giro sebesar 39,7% yoy dan tabungan yang tumbuh 10,4% yoy.

Baca Juga: Bookbuilding Rampung, BNI (BBNI) Tetapkan Harga AT1 US$700 Juta

Baca Juga: BNI Tuntaskan Pengembalian Dana Nasabah CU Paroki Aek Nabara Senilai Rp 28 Miliar

Baca Juga: Optimalisasi Struktur Modal, BNI (BBNI) Bakal Terbitkan Surat Utang AT1 Baru

Fundamental keuangan BNI juga tetap terjaga kuat, tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) sebesar 83,5% serta rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) di level 18,5%, jauh di atas ketentuan regulator. Hal ini mencerminkan peran intermediasi yang optimal serta struktur permodalan yang sehat.

“Kinerja ini menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi, dan pengelolaan risiko yang disiplin,” tutur Paolo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri