Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Optimalisasi Struktur Modal, BNI (BBNI) Bakal Terbitkan Surat Utang AT1 Baru

Optimalisasi Struktur Modal, BNI (BBNI) Bakal Terbitkan Surat Utang AT1 Baru Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyampaikan rencana penerbitan Additional Tier 1 (AT1) baru sekaligus pembelian kembali AT1 eksisting melalui mekanisme tender offer.

Sekretaris Perusahaan BBNI, Okki Rushartomo, dalam keterbukaan informasi pada Rabu (15/4) menjelaskan bahwa Perseroan akan menerbitkan Additional Tier 1 Perpetual Non-Cumulative Capital Securities di luar wilayah Republik Indonesia dengan mengacu pada Regulation S dari US Securities Act of 1933 beserta perubahannya. 

Selain itu, Perseroan juga berencana melakukan pembelian kembali AT1 yang diterbitkan pada 2021 atau AT1 Eksisting melalui penawaran tender kepada para pemegangnya.

"Dalam rangka memperkuat rasio dan struktur permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis, Perseroan berencana melakukan penerbitan AT1 baru dan secara bersamaan melaksanakan tender offer kepada pemegang AT1 Eksisting untuk membeli kembali AT1 eksisting secara tunai, sebagai bagian dari optimalisasi struktur permodalan," kata Okki.

AT1 sendiri merupakan surat utang yang memiliki karakteristik modal, bersifat subordinasi, tidak memiliki jangka waktu, dan pembayaran imbal hasil tidak dapat diakumulasikan (perpetual non-cumulative subordinated debt).

Periode partisipasi dalam tender offer berlangsung mulai 14 April 2026 hingga 22 April 2026. Sementara itu, proses penyelesaian transaksi (settlement) direncanakan dilakukan pada 24 April 2026.

"Perseroan juga telah melakukan rangkaian investor call pada tanggal 14 April 2026 di kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA)," ujar Okki. 

Adapun hasil untuk penerbitan AT1 baru dan pelaksanaan tender offer atas AT1 eksisting tersebut bergantung antara lain pada kondisi pasar.

"Penerbitan AT1 baru dan pelaksanaan tender offer atas AT1 eksisting diharapkan memberikan dampak positif terhadap struktur permodalan Perseroan serta mendukung pengembangan kegiatan usaha Perseroan," jelas Okki.

Baca Juga: Danantara Ambil Alih Manajer Investasi BRI-BNI-Mandiri Rp2,7 T, Ini Penjelasan Dony Oskaria

Baca Juga: BNI Tebar Dividen Rp13,03 triliun, Ini Tanggal Pencairannya!

Penerbitan AT1 baru akan dilakukan di luar wilayah Indonesia dan tidak ditawarkan kepada investor domestik, baik individu maupun institusi. Instrumen AT1 baru tersebut rencananya akan dicatatkan di Singapore Exchange dan tidak dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. 

Oleh karena itu, instrumen ini tidak tunduk pada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 30/POJK.04/2019 tentang Penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk yang Dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement