Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Tak Percaya Amerika Serikat, Tegaskan Konflik Belum Usai Meski Ada Gencatan Senjata

Iran Tak Percaya Amerika Serikat, Tegaskan Konflik Belum Usai Meski Ada Gencatan Senjata Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran buka suara terkait konfliknya dengan Amerika Serikat. Meski ada gencatan senjata, pihaknya menilai bahwa konflik belum usai dengan negara tersebut, menyusul belum adanya kesepakatan damai dengan Washington.

Juru Bicara Militer Iran, Mohammad Akraminia, menegaskan bahwa negaranya tidak akan lengah dengan menganggap konflik telah selesai dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Klaim Dibekingi Raja Inggris, Trump Sebut Konflik Iran-Amerika Serikat Berjalan Baik

"Kami tidak menganggap perang telah berakhir. Sejak pertempuran berhenti dan gencatan senjata terjadi, tidak ada kepercayaan terhadap mereka dan musuh-musuh kami," ujar Akraminia.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap mempertahankan kesiapsiagaan militer seperti saat konflik berlangsung dengan mewaspadai setiap manuver yang dilakukan oleh sekutu dan Amerika Serikat.

"Kami terus bertindak seperti saat perang; melakukan upaya serius untuk memperbarui daftar target," katanya.

Iran juga melanjutkan latihan militer dan memanfaatkan pengalaman selama konflik untuk meningkatkan kemampuan tempur. Pihaknya mengatakan bahwa pengalaman tersebut digunakan untuk menangkis setiap serangan dari Amerika Serikat.

"Kami terus melakukan pelatihan, menggunakan pengalaman perang, serta memproduksi dan memperbarui peralatan kami," lanjutnya.

Akraminia menegaskan bahwa kondisi saat ini masih dipandang sebagai situasi perang oleh Iran. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara masih tinggi meski pertempuran telah dihentikan sementara.

"Bagi kami, situasinya masih merupakan situasi masa perang," tegasnya.

Dengan sikap waspada, potensi konflik kembali meningkat tetap terbuka. Kondisi ini menandakan bahwa gencatan senjata yang ada masih sangat rapuh dan belum menjamin perdamaian jangka panjang.

Iran tampak memprioritaskan penguatan kapasitas militernya sebagai antisipasi kemungkinan konflik lanjutan. Selama ketidakpercayaan antar pihak masih tinggi, peluang tercapainya perdamaian permanen dinilai masih jauh.

Adapun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan operasi militernya terhadap negara tersebut berjalan dengan baik di Iran. Menurutnya, segala sesuatu yang dilakukannya sesuai denga rencana dari Washington.

Trump juga kembali menegaskan posisi tegas pemerintahannya terkait program nuklir dari Iran. Ia sebelumnya dilaporkan tidak senang atas prorposal dari Iran. Ia tidak puas dengan proposal itu karena hal tersebut tidak menyentuh isu utama terkait program nuklir dari Teheran.

Proposal Iran sendiri dilaporkan mencakup penundaan pembahasan program nuklir hingga perang berakhir dan isu pelayaran di Selat Homruz. Namun, pendekatan ini bertentangan dengan posisi isu nuklir dari Washington.

Tahap awal proposal tersebut mencakup penghentian perang serta penyelesaian blokade laut dan pembukaan kembali wilayah dari Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital bagi distribusi energi global yang saat ini terganggu akibat konflik.

Iran, setelah isu keamanan dan pelayaran diselesaikan, ingin pembahasan berlanjut ke program nuklir, termasuk tuntutan pengakuan hak memperkaya uranium untuk tujuan damai.

Baca Juga: Perketat Tekanan, Amerika Serikat Bikin Iran Rugi US$170 Juta/hari

Namun, Washington menegaskan bahwa isu nuklir harus menjadi bagian dari negosiasi sejak awal. Ia ingin hal tersebut menjadi syarat utama dalam setiap kesepakatan dari Iran dan Amerika Serikat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar