Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Klaim Dibekingi Raja Inggris, Trump Sebut Konflik Iran-Amerika Serikat Berjalan Baik

Klaim Dibekingi Raja Inggris, Trump Sebut Konflik Iran-Amerika Serikat Berjalan Baik Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat kembali buka suara terkait dengan Iran. Menurutnya, operasi militernya terhadap negara tersebut berjalan dengan baik. Hal ini ditegaskan dalam pidato jamuan kenegaraan saat menjamu sosok dari Raja Inggris, Charles III di Gedung Putih.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membahas menyatakan operasi militernya menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, segala sesuatu yang dilakukannya sesuai denga rencana dari Washington.

Baca Juga: Perketat Tekanan, Amerika Serikat Bikin Iran Rugi US$170 Juta/hari

"Kami sedang melakukan sedikit pekerjaan di sana saat ini, dan situasinya berjalan sangat baik," ujarnya.

Trump juga kembali menegaskan posisi tegas pemerintahannya terkait program nuklir dari Iran. Menurutnya, negara tersebut tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ia mengklaim hal tersebut juga disuarakan oleh Charles III.

"Kami telah mengalahkan lawan tersebut secara militer, dan kami tidak akan pernah membiarkan mereka memiliki senjata nuklir," katanya.

Charles III sendiri dalam pernyataan setelah jamuan, tidak menyinggung konflik dari Amerika Serikat-Iran. Sebagai kepala negara simbolis, raja memang tidak bertindak sebagai juru bicara kebijakan pemerintah dari Inggris.

Meski Trump menyebut situasi positif, konflik antara kedua negara masih berlangsung tanpa kepastian akhir. Sebelumnya, Trump dilaporkan tidak senang atas prorposal dari Iran. Ia tidak puas dengan proposal itu karena hal tersebut tidak menyentuh isu utama terkait program nuklir dari Teheran.

Proposal Iran sendiri dilaporkan mencakup penundaan pembahasan program nuklir hingga perang berakhir dan isu pelayaran di Selat Homruz. Namun, pendekatan ini bertentangan dengan posisi isu nuklir dari Washington.

Tahap awal proposal tersebut mencakup penghentian perang serta penyelesaian blokade laut dan pembukaan kembali wilayah dari Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital bagi distribusi energi global yang saat ini terganggu akibat konflik.

Iran, setelah isu keamanan dan pelayaran diselesaikan, ingin pembahasan berlanjut ke program nuklir, termasuk tuntutan pengakuan hak memperkaya uranium untuk tujuan damai.

Baca Juga: Efek Perang Iran, Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC

Namun, Washington menegaskan bahwa isu nuklir harus menjadi bagian dari negosiasi sejak awal. Ia ingin hal tersebut menjadi syarat utama dalam setiap kesepakatan dari Iran dan Amerika Serikat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: