Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amerika Serikat Diam-diam Bentuk Koalisi Maritim Global untuk Amankan Selat Hormuz

Amerika Serikat Diam-diam Bentuk Koalisi Maritim Global untuk Amankan Selat Hormuz Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat diam-diam tengah mendorong pembentukan koalisi internasional guna memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Hal tersebut guna mengakhiri blokade jalur pelayaran dalam wilayah tersebut, yang dilakukan oleh Iran.

Dikutip dari ReutersMenteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio menyetujui pembentukan inisiatif bernama Maritime Freedom Construct (MFC). Program ini merupakan besutan negaranya untuk membangun sistem keamanan maritim pascakonflik di Timur Tengah.

Baca Juga: Amerika Serikat Sita Hampir US$500 Juta Aset Kripto Iran

Dalam dokumen diplomatik, inisiatif tersebut disebut sebagai langkah awal untuk memastikan stabilitas jangka panjang dalam jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.

MFC dirancang untuk menjamin keamanan pasokan energi global, melindungi infrastruktur maritim penting dan menjaga hak kebebasan navigasi internasional.

Dalam implementasinya, ia memiliki dua jalur utama yakni diplomatik dimana negara mitra dan industri pelayaran akan dihubungkan oleh Amerika Serikat. Adapun secara militer, pihaknya akan mengatur lalu lintas kapal secara real-time dan berkoordinasi langsung dengan kapal yang melintas

Washington telah menginstruksikan kedutaan besarnya untuk menyampaikan ajakan kepada negara mitra sebelum 1 Mei. Namun, ajakan ini tidak ditujukan kepada negara yang dianggap lawan seperti Rusia, China, Belarus, dan Kuba.

Amerika Serikat membuka berbagai bentuk dukungan dalam koalisi ini, termasuk diplomasi, pertukaran informasi, penegakan sanksi hingga kehadiran militer.

Washington menegaskan bahwa negara mitra tidak diwajibkan mengerahkan armada laut, sehingga tidak mengganggu komitmen militer yang sudah ada. Ia juga menegaskan bahwa insiatif ini tidak terkait langsung dengan kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran.

Adapun Iran buka suara terkait dengan blokade laut yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Menurutnya, blokade tersebut tidak akan efektif mengingat pihaknya dapat terus memompa minyak di Teheran.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menilai langkah blokade untuk menghentikan ekspor minyak negaranya belum memberikan dampak signifikan terhadap kapasitas penyimpanan minyak negara tersebut. 

“Tiga hari berjalan, tidak ada sumur yang meledak. Kami bahkan bisa memperpanjangnya hingga satu bulan dan menyiarkannya langsung,” ujarnya.

Ia juga mengkritik kebijakan yang sebelumnya menyebut blokade akan memberikan tekanan besar terhadap Iran. Ghalibaf menyebut kebijakan tersebut didasarkan pada persepsi yang keliru.

Menurut Ghalibaf, dampak nyata dari kebijakan tersebut justru terlihat pada lonjakan harga minyak global. Ia menyebut harga telah terdorong hingga di atas US$120 per barel dan berpotensi naik lebih tinggi.

Baca Juga: Gegara Kritik Operasi Iran, Amerika Serikat Mau Tarik Pasukannya di Jerman

Ghalibaf menilai strategi blokade justru merugikan pasar global dan memperburuk ketidakstabilan energi. Pernyataan ini mencerminkan meningkatnya tensi dalam perang ekonomi antara Iran dan Amerika Serikat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar