- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Timah (TINS) Tunjuk Harry Budi Sidharta sebagai Plt Direktur Pengembangan Usaha
Kredit Foto: Facebook/PT Timah Tbk
PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS) resmi menunjuk Harry Budi Sidharta yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Utama untuk mengisi jabatan Pelaksana Tugas Sementara (Plt) Direktur Pengembangan Usaha.
Penunjukan ini berlaku efektif sejak 23 April 2026, bertepatan dengan diterimanya Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 06/Tbk/DK-01.2.3.4.5/2026 tanggal yang sama.
"Perseroan dengan ini mengumumkan keterbukaan informasi terkait dengan adanya Surat Dewan Komisaris Perseroan telah menetapkan Keputusan Dewan Komisaris No. 06/Tbk/DK-01.2.3.4.5/2026 tanggal 23 April 2026 yang menunjuk Sdr. Harry Budi Sidharta (Wakil Direktur Utama) sebagai Pelaksana Tugas Sementara Direktur Pengembangan Usaha sampai ditetapkan lebih lanjut pejabat definitif dalam RUPS Perseroan," kata Division Head of Corporate Secretary TINS, Ruddy Nursalam.
Manajemen menegaskan bahwa penunjukan ini bersifat sementara hingga adanya keputusan resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menetapkan pejabat definitif. Meski terjadi perubahan pada posisi direksi, Perseroan memastikan tidak ada dampak terhadap operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan bisnis perusahaan.
"Perseroan akan menyampaikan apabila terdapat informasi lebih lanjut, dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tutup Ruddy.
Baca Juga: TINS Kantongi Pendapatan Rp11,55 Triliun pada 2025, Ditopang Kenaikan Harga Timah
Baca Juga: Terganjal Administrasi Logam Sitaan, Produksi Biji Timah TINS Capai 18.000 Ton
Sebagai tambahan informasi, kinerja TINS sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan hasil yang solid. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun, melampaui target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 hingga mencapai 119%.
Capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang naik menjadi Rp11,55 triliun, atau meningkat 6,41% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp10,86 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: