Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cadangan Aluvial Menipis, PT Timah Jajaki Penambangan Laut hingga Kedalaman 80 Meter

Cadangan Aluvial Menipis, PT Timah Jajaki Penambangan Laut hingga Kedalaman 80 Meter Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Timah Tbk mulai mengarahkan strategi eksplorasi ke cadangan aluvial dalam dan tambang primer seiring menipisnya cadangan timah aluvial. Perseroan juga mempertimbangkan penambangan laut yang lebih dalam, dari sekitar 50 meter saat ini menjadi hingga 80 meter, guna membuka potensi sumber daya baru.

Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha PT Timah Tbk, Harry Budi Sidharta, mengatakan pencarian cadangan baru menjadi salah satu fokus utama perusahaan pada 2026 untuk menjaga keberlanjutan operasi dan produksi timah.

"Nah kita sekarang sudah semakin menipis cadangan aluvial, kita akan maju ke eksplorasi di aluvial dalam dan primer. Itu menjadi fokus di eksplorasi," kata Harry dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Timah di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Menurut Harry, strategi eksplorasi tersebut akan diikuti dengan penguatan sisi produksi, termasuk melalui pengembangan penambangan pada wilayah yang membutuhkan teknologi dan metode operasi yang berbeda dibandingkan saat ini.

Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah memperluas aktivitas penambangan laut ke kedalaman yang lebih besar untuk menemukan lapisan sumber daya yang lebih prospektif.

"kita akan menambang mungkin lebih dalam lagi dari sekarang di sekitar kedalaman 50 kita mungkin masuk ke 80 meter lagi di bawah laut," ujarnya.

Untuk mendukung rencana tersebut, PT Timah menilai diperlukan teknologi dan armada baru yang mampu beroperasi pada kondisi tambang yang lebih menantang, baik di tambang primer maupun wilayah lepas pantai.

"Tentunya dengan tambang yang baru di tambang primer itu membutuhkan teknologi untuk penambangannya juga yang berbeda, dan termasuk juga di tambang laut kita membutuhkan kapal-kapal baru," kata Harry.

Baca Juga: PT Timah Alokasikan Capex Rp450 Miliar pada 2026, Fokus Tambah Cadangan dan Hilirisasi

Baca Juga: PT Timah Bagi 50% Laba 2025 untuk Dividen, Nilainya Capai Rp656,8 Miliar

Selain memperkuat basis sumber daya, PT Timah juga menargetkan pengumpulan bijih timah sebesar 30.000 ton pada 2026. Target tersebut akan ditopang melalui peningkatan kegiatan eksplorasi dan penguatan kapasitas produksi.

Untuk mendukung agenda pengembangan usaha, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp450 miliar pada 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra

Tag Terkait: