Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Emiten RS Siloam (SILO) Raup Pendapatan Rp2,5 Triliun di Kuartal I 2026

Emiten RS Siloam (SILO) Raup Pendapatan Rp2,5 Triliun di Kuartal I 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) membuka tahun 2026 dengan capaian impresif. Jaringan rumah sakit swasta ini berhasil membukukan kinerja keuangan yang kuat pada kuartal pertama, ditopang oleh transformasi bisnis dan peningkatan kapasitas layanan.

Pendapatan bersih Perseroan tumbuh 8,4% secara tahunan (YoY) menjadi Rp2,54 triliun dari Rp2,34 triliun. Sejalan dengan itu, EBITDA meningkat 11,7% YoY menjadi Rp748,85 miliar dari Rp670,28 miliar, sementara laba bersih naik lebih tinggi sebesar 14,8% menjadi Rp293,57 miliar. Capaian ini diraih meski terdapat faktor musiman libur panjang di akhir Maret 2026.

Kinerja solid ini mencerminkan hasil nyata dari implementasi strategi Next Gen Siloam yang telah dibangun sepanjang satu tahun terakhir. Fondasi tersebut kini mulai memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan bisnis Perseroan.

“Siloam memasuki tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, dimana transformasi yang kami lakukan sepanjang tahun lalu mulai memberikan hasil yang nyata. Kami mencatatkan kuartal dengan kinerja tertinggi,dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,4% YoY, EBITDA meningkat 11,7%, dan laba bersih tumbuh 14,8%, didukung oleh realisasi investasi strategis utama serta peningkatan berkelanjutan pada mekanisme +rujukan pasien," kata Presiden Direktur Siloam, David.

Pencapaian tersebut juga ditopang oleh rampungnya sejumlah proyek belanja modal utama serta peningkatan aliran rujukan pasien. Hal ini semakin memperkuat posisi Siloam sebagai pelopor layanan kesehatan di Indonesia, dengan tetap menjaga standar tinggi melalui keunggulan klinis, inovasi, serta pengalaman pasien yang terintegrasi.

Dari sisi operasional, ekspansi kapasitas tempat tidur menjadi salah satu faktor pendorong utama. Penambahan ini berasal dari investasi multi-tahun, termasuk pembangunan fasilitas baru di Siloam Hospitals Makassar dan Siloam Hospitals Surabaya MRCAC (Mochtar Riady Center for Advanced Care). Hasilnya, kapasitas tempat tidur operasional meningkat 4,5% YoY, dengan tingkat okupansi tetap stabil di level 62,4%.

Kinerja operasional pun ikut menguat, tercermin dari jumlah pasien rawat inap yang mencapai 76.847 (+2,1% YoY), hari perawatan sebanyak 246.217 (+5,6% YoY), serta kunjungan rawat jalan sebesar 1.065.792 (+1,4% YoY).

Baca Juga: Laba Timah (TINS) Meledak 1.184%, Tembus Rp1,5 Triliun di Kuartal I 2026

Baca Juga: CLEO Raih Penjualan Rp774,39 Miliar di Q1 2026, Ekspansi Pabrik Dongkrak Pertumbuhan

Ke depan, Perseroan berkomitmen untuk melanjutkan momentum pertumbuhan ini. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah penguatan kapabilitas klinis, termasuk peluncuran program bedah robotik pertama di Indonesia Timur. Selain itu, Siloam juga akan meningkatkan pengalaman pasien melalui layanan Siloam Medical Concierge.

"Kami akan terus membangun momentum ini dengan memperkuat kapabilitas klinis pada kuartal ini, termasuk peluncuran program bedah robotik pertama di Indonesia Timur, serta meningkatkan pengalaman pasien melalui layanan Siloam Medical Concierge. Seluruh upaya ini didasari oleh komitmen berkelanjutan kami terhadap keberlanjutan, sebagaimana tercermin dalam Laporan Keberlanjutan FY2025 kami, The Care Continuum," tutup David.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri