Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jepang dan Vietnam Perkuat Kerja Sama Energi dan Mineral Kritis

Jepang dan Vietnam Perkuat Kerja Sama Energi dan Mineral Kritis Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Jepang dan Vietnam akan memperkuat hubungan bilateral, dengan fokus pada sektor energi dan mineral kritis hingga keamanan dari Laut China Selatan.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichimengatakan kedua pihak kini menempatkan keamanan ekonomi sebagai prioritas baru dalam hubungan bilateral. Kedua negara menandatangani enam kesepakatan yang mencakup kerja sama di bidang infrastruktur, pertanian hingga teknologi antariksa.

Baca Juga: Fesyen dan Aksesori Indonesia Tembus Pasar Jepang dengan Potensi Fantastis

“Kedua pihak mengidentifikasi keamanan ekonomi sebagai prioritas baru dalam kerja sama bilateral,” ujarnya.

Takaichi menambahkan bahwa kedua negara juga sepakat memperkuat koordinasi terkait pasokan mineral kritis.

“Terkait mineral kritis, kedua pihak sepakat memperkuat koordinasi untuk memastikan pasokan yang stabil dan memperkuat rantai pasok,” katanya.

Adapun Perdana Menteri Vietnam, Le Minh Hung menegaskan pentingnya penyelesaian sengketa kawasan secara damai. Diketahui, Jepang dan Vietnam sama-sama memiliki sengketa lahan dengan China di Laut China Selatan dan Laut China Timur.

“Kami menegaskan kembali pentingnya menyelesaikan sengketa di Laut China Selatan secara damai berdasarkan hukum internasional,” ujarnya.

Adapun Jepang dan Vietnam memiliki hubungan ekonomi dengan dinamika yang beragam. Data Vietnam menunjukkan investasi baru dari negara mitranya itu turun sekitar 75% secara tahunan menjadi US$233 juta pada kuartal pertama. Sementara perdagangan bilateral justru naik 12,3% menjadi US$13,7 miliar.

Baca Juga: Beijing dan Filipina Saling Tuduh Aktivitas Ilegal di Laut China Selatan

Vietnam juga tengah mencari dukungan pasokan energi dari mitra internasional di tengah kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah. Jepang dengan programnya akan menggelortorkan dana senilai US$10 miliar demi membantu pengaturan pasokan minyak mentah untuk kilang dari Nghi Son di Vietnam.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar