Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BPS Catat Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$3,32 Miliar per Maret 2026

BPS Catat Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$3,32 Miliar per Maret 2026 Kredit Foto: BRJ
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia selama Maret 2026 surplus sebesar US$3,32 miliar. Surplus berasal dari transaksi perdagangan sektor nonmigas senilai US$5,21 miliar, sementara sektor migas defisit US$1,89 miliar.

Adapun ssecara kumulatif periode Januari hingga Maret 2026 surplus neraca perdagangan mencapai US$5,55 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia telah mengalami surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa surplus tersebut ditopang oleh kinerja positif perdagangan komoditas nonmigas yang terus berlanjut, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit.

“Hingga bulan Maret 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar US$5,55 miliar. Surplus sepanjang periode Januari-Maret 2026 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas US$10,63 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit US$5,08 miliar,” ungkap Ateng di Kantornya, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Ia melanjutkan bahwa nilai ekspor kumulatif periode Januari-Maret 2026 mencapai US$66,85 miliar atau naik 0,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor industri pengolahan menjadi pendorong dengan pertumbuhan nilai ekspor 3,96 persen menjadi US$54,98 miliar.

BPS mencatat tiga negara pasar utama ekspor nonmigas Indonesia, yaitu Cina, Amerika Serikat, dan India. Kontribusi ketiga negara ini sekitar 44,48 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-Maret 2026.

Cina masih menjadi pasar ekspor utama dengan nilai mencapai US$16,50 miliar (25,94 persen), diikuti oleh Amerika Serikat US$7,29 miliar (11,46 persen), dan India US$4,50 miliar (7,08 persen).

Ekspor nonmigas ke Cina pada periode Januari-Maret 2026 didominasi oleh komoditas besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar mineral. Sementara itu, ekspor ke Amerika Serikat didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, alas kaki, serta pakaian dan aksesorinya (rajutan).

Selanjutnya, nilai impor Indonesia secara kumulatif hingga Maret 2026 sebesar US$61,30 miliar, atau naik 10,05 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang utama masih berasal dari sektor nonmigas, dengan nilai impor US$52,97 miliar, naik 12,16 persen. Sedangkan impor migas turun 1,72 persen menjadi US$8,33 miliar.

Dari sisi penggunaan, terjadi peningkatan impor periode Januari-Maret 2026 baik pada barang modal, bahan baku/penolong, maupun barang konsumsi. 

Nilai impor bahan baku/penolong masih dominan dengan nilai mencapai US$43,17 miliar atau naik 6,89 persen. Sedangkan nilai impor barang modal mencapai US$12,98 miliar atau naik 24,02 persen. 

Secara persentase, kenaikan nilai impor barang modal ini diketahui jauh lebih tinggi dibandingkan bahan baku/penolong serta barang konsumsi. Adapun impor barang konsumsi tercatat US$5,15 miliar, atau tumbuh 6,12 persen.

Sepanjang periode Januari-Maret 2026, Cina menjadi negara utama asal impor nonmigas Indonesia dengan nilai US$22,02 miliar (41,56 persen), diikuti Australia dengan nilai US$3,14 miliar (5,94 persen), dan Jepang US$2,90 miliar (5,47 persen). Kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 52,97 persen, atau lebih dari separuh total impor nonmigas Indonesia.

Selanjutnya, surplus perdagangan nonmigas pada Januari-Maret 2026 sebagian besar masih ditopang oleh lima komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewan/nabati (US$8,68 miliar), bahan bakar mineral (US$6,22 miliar), besi dan baja (US$4,29 miliar), nikel dan barang daripadanya (US$3,24 miliar), serta alas kaki (US$1,49 miliar).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra