Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bitcoin Punya Kesempatan Masuk Neraca Bank, Ini Kata Morgan Stanley!

Bitcoin Punya Kesempatan Masuk Neraca Bank, Ini Kata Morgan Stanley! Kredit Foto: Freepik
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Investasi Amerika Serikat (AS) Morgan Stanley menyatakan bahwa bitcoin berpotensi masuk ke neraca bank-bank di Amerika Serikat. Namun potensi tersebut menghadapi sejumlah hambatan regulasi dari Washington.

Kepala Strategi Aset Digital Morgan Stanley, Amy Oldenburg mengatakan bahwa institusinya telah lama terlibat dalam pengembangan sektor aset digital dan melihat dukungan regulasi yang mulai meningkat.

Baca Juga: Tameng Lawan Inflasi, Miliarder Amerika Serikat Sebut Bitcoin Lebih Unggul dari Emas

“Selama bertahun-tahun kami telah terlibat di ruang aset digital, dan lingkungan regulasi kini menjadi lebih mendukung bagi kami untuk melakukannya,” ujarnya.

Oldenburg menilai bank-bank besar pada akhirnya dapat menyimpan bitcoin di neraca mereka sendiri. Namun, ia menekankan masih ada tantangan besar yang harus diatasi.

“Ada sejumlah hambatan seperti regulasi dari bank sentral, aturan basel, dan kebutuhan koordinasi dengan berbagai regulator global sebelum bank sebesar kami dapat menempatkan bitcoin di neraca,” katanya.

Pernyataan ini sejalan dengan pandangan pelaku industri lain yang menyebut institusi keuangan besar akan menjadi pendorong utama adopsi kripto di masa depan.

Morgan Stanley sendiri telah mulai memperluas bisnis aset digitalnya. Perusahaan tersebut baru meluncurkan produk exchange-traded berbasis bitcoin bernama MSBT. Ia menjadi produk pertama dari bank berlisensi dalam kategori tersebut di Amerika Serikat.

Oldenburg mengatakan bahwa produk ini mencatat minat tinggi dengan arus dana lebih dari US$100 juta dalam enam hari pertama perdagangan. Ua menekankan bahwa seluruh investasi tersebut berasal dari nasabah mandiri.

“Semua itu berasal dari investor mandiri dan bahkan belum tersedia melalui platform penasihat kami,” ujarnya.

Ia juga menambahkan adanya kesenjangan antara permintaan nasabah dan penawaran dari penasihat keuangan.

“Ada jarak yang cukup besar antara apa yang ditawarkan penasihat dan apa yang sebenarnya diinginkan klien,” katanya.

Morgan Stanley saat ini merekomendasikan alokasi bitcoin sekitar 2% hingga 4% bagi nasabah, namun adopsi oleh penasihat masih terbatas karena faktor edukasi.

Ke depan, bank tersebut juga tengah mengupayakan lisensi trust digital dari regulator perbankan untuk memungkinkan penyimpanan kripto secara langsung serta perdagangan aset digital di platform wealth management mereka.

Baca Juga: Western Union Siap Luncurkan Stablecoin, Tantang Sistem SWIFT

Langkah ini menunjukkan bahwa bank besar mulai mempersiapkan diri untuk integrasi aset digital, meski kepastian regulasi masih menjadi faktor penentu utama.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar