Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Investor Korsel Bangun Pabrik di KEK Batang, Siapkan 6.000 Lapangan Kerja

Investor Korsel Bangun Pabrik di KEK Batang, Siapkan 6.000 Lapangan Kerja Kredit Foto: KEK Industropolis Batang
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menarik investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) dari Korea Selatan senilai Rp429 miliar melalui masuknya PT Simone Batang Indonesia, perusahaan manufaktur global berbasis produk kulit yang berorientasi ekspor.

Komitmen investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) pada Rabu (6/5/2026) di Ballroom Management Office KEK Industropolis Batang.

Penandatanganan dilakukan Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang Indri Septa Respati bersama Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia Kim Jung Shik.

Melalui investasi tersebut, PT Simone Batang Indonesia akan membangun fasilitas produksi di atas lahan seluas 8,28 hektare. Proyek itu diproyeksikan menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja dan memperkuat posisi KEK Batang sebagai pusat industri padat karya berbasis ekspor.

Masuknya investasi Korea Selatan tersebut terjadi di tengah upaya pemerintah memperkuat daya saing industri manufaktur nasional dan menarik relokasi basis produksi global ke Indonesia.

Baca Juga: Purbaya Siapkan Pajak 0% untuk Investor KEK Financial di Bali

Baca Juga: Pemerintah Perkuat KEK untuk Genjot Investasi, Airlangga Soroti Peluang Data Center

Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang Indri Septa Respati mengatakan investasi baru tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok dunia.

“Investasi ini menunjukkan bahwa Indonesia, melalui KEK Industropolis Batang, semakin dilihat sebagai bagian penting dalam rantai pasok global. Kami melihat tren yang semakin kuat di mana perusahaan internasional menjadikan kawasan ini sebagai basis produksi untuk pasar ekspor,” ujar Indri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri