Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rp450 Juta Buat Laundry Gubernur Kaltim? Ternyata Bukan Cuma Pakaian!

Rp450 Juta Buat Laundry Gubernur Kaltim? Ternyata Bukan Cuma Pakaian! Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi sorotan publik usai anggaran laundry gubernur dan wakil gubernur yang mencapai Rp450 juta berdar di media sosial.

Jumlah tersebut dianggap terlalu besar jika hanya untuk mencuci pakaian, sehingga memicu perdebatan dan kecurigaan masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Kaltim, Astri Intan Nirwangi, menjelaskan bahwa anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk pakaian.

"Yang dibaca orang kan cuma laundry pakaian kepala daerah Rp450 juta. Padahal kalau dibuka rinciannya, itu bukan hanya pakaian," ujar Astri saat konferensi pers di kantor Diskominfo Kaltim, dikutip Senin (11/5/2026).

Ia merinci bahwa anggaran laundry juga mencakup karpet, gorden, sprei, bed cover, cover meja jamuan, cover kursi jamuan, hingga perlengkapan operasional lainnya. 

Rincian tersebut tertuang dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP). Polemik muncul karena masyarakat hanya membaca judul item pengadaan.

Astri menambahkan, anggaran laundry menunjang operasional enam gedung besar, rumah jabatan gubernur, guest house VIP, hingga sejumlah fasilitas umum yang dikelola Biro Umum Pemprov Kaltim. Sejak efisiensi anggaran diterapkan, banyak agenda pemerintah berpindah dari hotel ke rumah jabatan gubernur, sehingga penggunaan fasilitas meningkat.

"Sekarang kegiatan OPD, kegiatan keagamaan, organisasi masyarakat, hampir semua banyak dilaksanakan di rumah jabatan dan gedung-gedung yang kami kelola. Jadi otomatis operasionalnya juga meningkat," katanya.

Rumah jabatan gubernur tidak hanya terdiri dari rumah dinas utama, tetapi juga pendopo, ruang VIP, guest house, hingga musala yang rutin dipakai masyarakat dan ASN. Aktivitas paling padat terjadi di musala dan guest house. 

"Di musala itu setiap hari ada pengajian, majelis taklim, dipakai salat juga sama masyarakat dan ASN. Di situ ada mukena, sajadah, karpet yang rutin harus dicuci," ujarnya.

"Guest house itu ada 10 kamar dan hampir tiap hari dipakai tamu. Menteri, gubernur, tamu pemerintah provinsi banyak yang transit atau menginap di sana," imbuhnya.

Baca Juga: Rudy Mas’ud Viral Dikritik, Bahlil: Ketua Golkar Tak Boleh Mundur!

Baca Juga: Anggaran Sewa Laptop Kemenag Disebut Terlalu Besar, Ternyata Sudah Diefisiensi

Bahkan, realisasi anggaran laundry hingga Mei 2026 sudah mendekati 50 persen. Astri menekankan bahwa anggaran laundry berbeda dengan anggaran pemeliharaan barang.

"Kalau rel gordennya rusak atau karpetnya sobek itu masuk pemeliharaan. Tapi kalau dicuci ya masuk jasa laundry. Jadi memang beda pos anggarannya," jelasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya