Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tragedi Haji 2026: Enam Jemaah Surabaya Meninggal di Tanah Suci

Tragedi Haji 2026: Enam Jemaah Surabaya Meninggal di Tanah Suci Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kabar duka menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji 2026, di mana sebanyak enam jemaah Embarkasi Surabaya dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi saat menjalani rangkaian ibadah haji.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya para jemaah di Tanah Suci.

Mayoritas korban meninggal akibat gangguan kesehatan, terutama sesak napas yang berkaitan dengan penyakit jantung.

“Penyebabnya rata-rata jantung, rata-rata sesak napas. Kalau sesak napas kan jadi jantung. Yang kemarin terakhir itu bahkan sarapan pagi kemudian sesak napas, habis itu meninggal,” ucapnya, dikutip Senin (11/5).

Suhu ekstrem di Madinah mencapai 37–38 derajat celcius, sementara di Makkah tembus 40 derajat celcius. Kondisi ini memperburuk kesehatan jemaah, khususnya lansia dengan penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, dan jantung.

“Saya kira kalau untuk meninggal di Arab Saudi rata-rata memang ada sakit komorbid. Apakah itu diabetes, darah tinggi, ataupun jantung,” jelasnya.

Untuk mencegah bertambahnya korban jiwa, ada sejumlah poin penting yang harus diperhatikan jemaah dalam menghadapi cuaca ekstrem berdasarkan rilis PPIH, antara lain:

Baca Juga: Perlindungan Jemaah Haji Khusus Sumut Diperkuat melalui Program JKN

Baca Juga: BPJS Kesehatan Pastikan Perlindungan Jemaah Haji di Sumut

- Minum Air Tanpa Menunggu Haus: Minimal 200 ml setiap jam untuk mencegah dehidrasi.

- ​Gunakan Alat Pelindung: Selalu bawa payung, kacamata hitam, dan semprotan air wajah saat keluar ruangan.

​- Hindari Siang Hari: Laksanakan ibadah sunnah di Masjidil Haram pada waktu malam atau dini hari saat suhu lebih sejuk.

​- Jangan Lepas Alas Kaki: Aspal di sekitar masjid sangat panas dan berisiko menyebabkan luka bakar pada telapak kaki.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait: