Raih Hasil Jasa Asuransi Rp461 Miliar, Tiga Sektor ini jadi Penopang Kinerja TUGU di Kuartal I 2026
Kredit Foto: Istimewa
Faktor-faktor ini berpotensi meningkatkan eksposur risiko, terutama bagi perusahaan asuransi yang memiliki portofolio di sektor energi dan marine.
Dalam konteks tersebut, Cliff menekankan pentingnya kekuatan permodalan dan strategi mitigasi risiko.
Baca Juga: Tugu Insurance Bukukan Laba Bersih Rp265,62 Miliar pada Kuartal I-2026
Di sisi lain, Cliff juga mengingatkan volatilitas pasar keuangan turut menjadi perhatian. Pendapatan investasi berpotensi terdampak karena valuasi aset dipengaruhi oleh arus keluar dana asing di pasar saham dan obligasi domestik, yang dapat mempengaruhi kinerja portofolio investasi.
Menurut Cliff, kunci dalam menghadapi kondisi tersebut adalah penerapan strategi alokasi aset yang selektif, menjaga kesesuaian antara aset dan liabilitas jangka pendek, serta melakukan lindung nilai terhadap risiko nilai tukar. Pendekatan ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas kinerja secara keseluruhan di tengah ketidakpastian pasar.
“TUGU sudah beroperasi lebih dari empat dekade dan sudah melalui berbagai krisis dan tantangan makro maupun industri. Saya rasa dengan pengalaman historis yang kaya dan kapabilitas yang dimiliki, momentum untuk menjaga kinerja tetap solid dapat dipertahankan di 2026, apalagi dengan PSAK 117 yang membuat kinerja semakin transparan dan akuntabel,” pungkas Cliff.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: