Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Makannya, Bajunya, Seragamnya Ditanggung Rakyat: Ketua KPK Soroti Beban Koruptor

Makannya, Bajunya, Seragamnya Ditanggung Rakyat: Ketua KPK Soroti Beban Koruptor Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua KPK Seto Budiyanto mekankankan bahwa pecegahan terhadap korupsi harus menjadi perhatian serius oleh semua pihak. Sebab, penindakan korupsi justru memakan biaya yang lebih mahal.

Di dalam penjara, negara tetap harus mengurus para koruptor dengan biaya yang tidak sedikit, mulai dar makanan hingga pakaian yang dikenakan para tahanan.

Setyo menyampaikan hal tersebut saat meluncurkan buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) bersama Kemendagri dan Kemendikdasmen di kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

Buku ini menjadi salah satu solusi untuk mencegah tindakan korupsi yang dimulai sejak dini.

"Dengan harapan bahwa kalau ini (buku) kita berikan gitu daripada proses penindakan yang di depan, lebih bagus kita melakukan proses pencegahan. Penindakan pasti akan lebih mahal ya dari awal sampai akhir gitu sudah di dalam pun masih diurusi negara, makannya, bajunya, seragamnya dan lain-lain," kata Setyo, dikutip Selasa (12/5).

Ia berharap anak-anak dapat menjadikan buku tersebut sebagai pedoman untuk mecegah perlaku koruptif demi masa depan yang lebih baik.

"Kita bisa meninggalkan sebuah kita anggaplah ini sebuah kitab suci lah, kita anggap sebuah kitab ini yang memang dibuat oleh mungkin sesama manusia dengan segala kekurangan dengan segala keterbatasan tapi ini adalah berupa panduan atau pedoman untuk anti korupsi yang bisa kita berikan kepada anak-anak kita, anak-anak cucu kita gitu," jelas dia.

Baca Juga: ASN Bea Cukai Diduga Terima Suap, Ramai Isu Lari Usai Diperiksa KPK

Baca Juga: Alasan Pegawai Pajak Ngacir Usai Diperiksa KPK yang Banyak Menuai Komentar Netizen

Setyo menekankan pelajaran anti korupsi memang harus dimulai dari ruang kelas, sehingga akan semakin tertanam kuat dalam benak anak-anak dan dibawa sampai dewasa yang mendorong terciptanya generasi lebih bersih.

"Tanamkan bahwa masa depan tanpa korupsi, harapan untuk hari ini, esok, dan masa depan tanpa korupsi tidak dimulai dari ruang pemeriksaan, tidak dimulai dari ruang penyidikan, apalagi ruang persidangan. Tapi mari kita sama-sama sepakati bahwa ya masa depan tanpa korupsi kita mulai dari ruang kelas," tandasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya