Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PLN EPI Tanam 2.500 Cemara Udang untuk Lindungi Pesisir Lombok

PLN EPI Tanam 2.500 Cemara Udang untuk Lindungi Pesisir Lombok Kredit Foto: PLN EPI

Sementara itu, Kepala BLUD Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Lombok, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Abdul Wahab mengatakan kolaborasi lintas pihak menjadi kunci menjaga kawasan pesisir di tengah tantangan abrasi dan keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan PLN EPI terhadap konservasi pesisir. Program seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan bagi generasi mendatang,” kata Abdul Wahab.

Ketua Pokdarwis Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Sahlandi turut menyampaikan apresiasi atas kegiatan penanaman pohon yang dilakukan PLN EPI di kawasan Pantai Induk Lombok.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya penanaman ini. Setidaknya bisa membantu mengurangi abrasi di Pantai Induk Lombok,” kata Sahlandi.

Ia berharap pemulihan kawasan pesisir dapat berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

“Harapan kami ke depan, Pantai Induk Lombok ini bisa semakin ramai dikunjungi wisatawan sehingga manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Program MenEPI untuk Bumi 2026 menjadi bagian dari komitmen PLN EPI dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke seluruh lini operasional perusahaan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah sekitar operasional energi primer nasional.

Melalui kolaborasi konservasi pesisir ini, PLN EPI menegaskan bahwa ketahanan energi dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan karena menjaga bumi hari ini adalah investasi untuk keberlanjutan energi dan kehidupan generasi masa depan.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra