Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Donald Trump Tolak Proposal Damai dan Sebut Gencatan Senjata Iran Kritis

Donald Trump Tolak Proposal Damai dan Sebut Gencatan Senjata Iran Kritis Kredit Foto: White House
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menolak proposal damai terbaru yang diajukan oleh pemerintah Iran. Trump menilai kesepakatan gencatan senjata yang ada saat ini berada dalam kondisi yang sangat rapuh.

Pihak Amerika Serikat kembali mempertimbangkan opsi militer setelah pembicaraan diplomatik dianggap tidak menghasilkan kemajuan berarti. Pemerintahan Trump kini tengah meninjau kemungkinan melanjutkan operasi militer jika jalur diplomasi menemui jalan buntu.

Trump dilaporkan telah menggelar sejumlah pertemuan dengan tim keamanan nasional di Gedung Putih guna membahas langkah strategis selanjutnya. Beliau menegaskan bahwa gencatan senjata saat ini berada dalam kondisi sangat lemah serta tidak stabil.

Presiden AS tersebut melontarkan kritik tajam terhadap dokumen usulan yang dikirimkan oleh pihak Teheran. “(kesepakatan itu sekarang) sangat lemah. Yang terlemah saat ini setelah membaca selembar kertas sampah yang mereka kirimkan kepada kami," ungkap Trump.

Trump juga menyatakan ketidakpuasannya terhadap isi proposal tersebut dan enggan membuang waktu untuk membacanya lebih lanjut. "Saya akan mengatakan itu salah satu yang terlemah saat ini. Itu dalam kondisi kritis... Saya akan mengatakan gencatan senjata berada dalam kondisi kritis," tegasnya.

Baca Juga: Membangun Stabilitas Tanpa Kepercayaan: Makna KTT Trump-Xi

Teheran merespons sikap keras tersebut dengan peringatan mengenai peningkatan level pengayaan uranium hingga mencapai 90 persen. Juru bicara parlemen Iran Ebrahim Rezaei menyampaikan bahwa opsi tersebut akan diambil jika negara mereka kembali menjadi sasaran serangan.

Level pengayaan uranium hingga 90 persen secara internasional dikenal sebagai standar untuk bahan baku pembuatan senjata nuklir. Opsi peningkatan pengayaan ini sedang dipertimbangkan secara serius di parlemen Iran sebagai bentuk respons terhadap memburuknya situasi keamanan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: