Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sempat Viral di X, Netizen: Hentikan MBG Sama dengan Bunuh Diri Politik

Sempat Viral di X, Netizen: Hentikan MBG Sama dengan Bunuh Diri Politik Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sempat masuk daftar trending topik di X. 

Banyak pro dan kontra yang muncul, bahkan ada netizen yang berpendapat calon presiden (capres) setelah Prabowo akan menang jika berani menghentikan program tersebut.

Namun, seorang netizen dengan akun X @abulmuzaffar10 justru berpendapat sebaliknya. Menurutnya, capres yang menghentikan MBG dipastikan akan kalah karena kebijakan itu sudah menyentuh jutaan lapangan kerja dan rantai pasok pangan.

"Berat.. Justru kalau minta hentikan MBG, pasti kalah calonnya. Pegawai SPPG itu jumlahnya jutaan orang, belum lagi keluarganya, belum lagi supply chainnya dari transportasi hingga bahan baku," ucap Abdul Muzaffar, dikutip Jumat (15/5).

Ia menilai penghentian MBG hanya akan menyenangkan kelas menengah perkotaan, tetapi memicu kemarahan masyarakat kelas bawah dan warga desa yang kehidupannya bergantung pada program tersebut.

"Menghentikan MBG itu hanya akan membuat kelas menengah di perkotaan senang. Tapi akan bikin marah kelas bawah dan orang2 kampung yang pekerjaannya bergantung dari MBG," imbuhnya.

Menurutnya, MBG sudah menjadi “hukum mati” dalam politik Indonesia.

"Makanya itu, kita semua ini udah dijebak secara politik oleh MBG. Tidak akan ada politisi yang akan membatalkan MBG. Dijamin itu," lanjutnya.

Baca Juga: Pigai Jenguk Korban MBG: Harus Sekolah Biar Bisa Jadi Menteri

Baca Juga: Kasus Nadiem Makarim Kini Dikaitkan MBG, Netizen Singgung Risiko Kriminalisasi di Masa Depan

Sebagai informasi, program MBG dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, menekan angka stunting, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

Pemerintah menganggarkan sekitar Rp1,2 triliun per hari atau total Rp335 triliun untuk tahun 2026, melayani 82,9 juta penerima manfaat yang terdiri dari pelajar, ibu hamil, dan balita.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya