Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo: Limbah Pertanian Bisa Jadi Solusi Energi

Prabowo: Limbah Pertanian Bisa Jadi Solusi Energi Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi inovasi pemanfaatan limbah pertanian menjadi sumber energi alternatif sebagai langkah memperkuat ketahanan energi nasional di tengah krisis global.

Dalam sambutannya, sang presiden menyoroti pemanfaatan tongkol jagung yang sebelumnya dianggap limbah menjadi briket arang yang bernilai ekonomi dan energi. Adanya inovasi tersebut dinilai bisa menunjukkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam menciptakan solusi di tengah tantangan global.

“Saya gembira. Bukan saya pura-pura. Saya lega. Kenapa? Karena dunia krisis energi, negara-negara panik. Tapi sekarang saya dikasih tahu, ‘Pak tenang, kita bisa bikin briket arang dari tongkol jagung.’ Waduh, luar biasa. Tadinya tongkol itu dibuang, ya. Sekarang bisa jadi sumber energi. Luar biasa,” ujarnya saat menghadiri groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri dan peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dikutip pada Minggu (17/5/2026).

Ia menilai, inovasi tersebut menjadi terobosan penting dalam mendukung ketahanan energi sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor pertanian. Selain memanfaatkan limbah, pengembangan energi alternatif dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional.

Ia menyebut, inovasi tersebut lahir dari kolaborasi antara masyarakat, perguruan tinggi, dan kalangan profesional yang dekat dengan kebutuhan rakyat di lapangan.

“Di tengah krisis, Indonesia punya putra-putri yang inovatif, yang tidak menyerah, yang berani mencari ilmu. Karena kalian dekat sama rakyat, kalian dekat sama kampus, kalian dekat sama insinyur, sarjana-sarjana itu, makanya kalian tahu. Ini luar biasa,” katanya.

Selain energi alternatif dari limbah jagung, presiden turut menyoroti pengembangan produk berbahan batu bara kalori rendah sebagai langkah memperkuat kemandirian sektor pertanian nasional. Ia menilai, pengurangan ketergantungan impor produk bisa menjadi bahan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan ketahanan pangan.

“Begitu kita lepas dari ketergantungan pupuk dari luar negeri, kita menjadi sangat kuat. Saya minta ini diimplementasi, konsep temuan bagus,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Dorong Swasembada, Panen Raya Jagung Serentak Hasilkan 1,23 Juta Ton

Lebih lanjut, berbagai produk inovasi pangan dan energi itu nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk menjaga keterjangkauan harga dan memperkuat daya beli masyarakat.

“Kuncinya kita harus beri bahan yang penting untuk rakyat dengan harga semurah-murahnya. Semurah-murahnya supaya rakyat kita daya belinya meningkat, kehidupannya lebih baik, kualitas hidupnya lebih baik,” tandasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Amry Nur Hidayat