Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AK-47 Jadi Pilihan, Iran Persenjatai Warganya untuk Hadapi Amerika Serikat

AK-47 Jadi Pilihan, Iran Persenjatai Warganya untuk Hadapi Amerika Serikat Kredit Foto: Reuters/president.ir
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Iran mulai mempersenjatai dan melatih warga sipil untuk menghadapi kemungkinan invasi darat dari Amerika Serikat (AS) di tengah memanasnya konflik kawasan.

Televisi pemerintah Iran pada Jumat (15/5/2026) menayangkan berbagai program bernuansa militer yang mengajak masyarakat bersiap menghadapi perang.

Baca Juga: Iran Siap Lanjutkan Perang dengan Amerika Serikat: Rakyat AS Akan Tanggung Akibatnya

Dikutip dari Al Jazeera, saluran televisi pemerintah Ofogh menampilkan seorang komandan bertopeng dari Korps Garda Revolusi Islam yang memberikan pelatihan penggunaan senapan serbu AK-47 kepada masyarakat.

Dalam siaran tersebut, warga juga diajak mendatangi stan-stan pelatihan senjata yang dibuka saat demonstrasi pro-pemerintah.

Segmen itu diakhiri dengan aksi pembawa acara menembakkan senapan ke udara sebelum mengarahkan tembakan ke bendera Uni Emirat Arab di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara Teluk tersebut.

Di saluran lain, Presenter Televisi, Mobina Nasiri tampil memegang senapan serbu sambil menyatakan kesiapannya mengorbankan nyawa demi Iran.

“Aku siap mengorbankan nyawaku demi Iran,” ujar Nasiri dalam siaran tersebut.

Selain pelatihan senjata, kota-kota besar Iran kini dipenuhi kendaraan lapis baja dan pos pemeriksaan yang dijaga pria bersenjata bertopeng.

Mobilisasi sipil ini disebut menjadi bagian dari strategi pertahanan nasional Iran untuk menghadapi kemungkinan eskalasi perang dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

Baca Juga: Sikap AS Bergeser, Donald Trump Setuju Tangguhkan Nuklir Iran Selama 20 Tahun

Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah Iran terus memperingatkan bahwa konflik dapat kembali pecah sewaktu-waktu jika negosiasi dengan Washington gagal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: