The Economist Sentil Prabowo: Berkulit Tipis, Tak Siap Fakta Pahit
Kredit Foto: Sekretariat Kabinet
Jagat maya tengah dihebohkan dengan kritik tajam majalah asal Inggris, The Economist, terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Melalui akun X resminya, majalah yang pertama kali terbit pada 1843 ini menilai Prabowo sebagai pemimpin “berkulit tipis” yang tidak siap mendengarkan kebenaran pahit.
“Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths (Terlalu banyak hal di Indonesia bergantung pada seorang mantan jenderal yang berkulit tipis dengan rekam jejak hak asasi manusia yang meragukan. Prabowo Subianto perlu mendengar beberapa kebenaran yang tidak menyenangkan),” tulis The Economist, dikutip Senin (18/5).
Majalah tersebut juga menautkan artikel berjudul “Indonesia, the biggest Muslim-majority country, is on a risky path. Prabowo Subianto is eroding its finances—and its democracy”.
Seorang warganet dengan akun @abulmuzaffar10 kemudian mengurai sejumlah poin penting dari kritik tersebut.
“Ada berapa hal yang bisa kita garisbawahi dari postingan mereka: 1. Ada kata thin-skinned, alias berkulit tipis. Kalau yg gw tahu, itu maksudnya mudah tersinggung. Ya, The Economist bilang Presiden mudah tersinggung alias temperamental," ucap Abul Muzaffar.
"2. Lalu, The Economist bilang Prabowo harus siap sama unpalatable truths alias kebenaran yang menyakitkan. Implikasinya, majalah ini menduga kalau Prabowo sering disuapin info manis dan nggak siap dengan info jelek,” imbuhnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Serahkan Rafale hingga Radar Baru untuk Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Baca Juga: Membaca Pesan Tersembunyi di Balik Pernyataan Prabowo soal Dolar dan Rakyat Desa
Ia menambahkan, judul artikel yang menyinggung risky path, eroding finance and democracy menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam posisi rawan akibat kebijakan Presiden, seperti pengkondisian oposisi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Desa (Kopdes).
Sebagai informasi, Presiden Prabowo mengalokasikan anggaran untuk program MBG tahun 2026 sebesar Rp335 triliun, sementara anggaran Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih mencapai Rp34,57 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya