- Home
- /
- Government
- /
- Government
Klaim APBN Sehat, Purbaya: Jangan Khawatir Kita Betul-betul Perbaiki Ekonomi Indonesia
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih dalam keadaan kuat meski rupiah sempat tertekan hingga menembus level Rp17.600 per dolar AS.
Purbaya bahkan membantah keras anggapan sejumlah pihak yang menilai pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sedang bermasalah.
"Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus. Besok saya akan jumpa pers masalah APBN. APBN kita yang sebagian majalah ekonomi bilang berantakan, nggak, kita bagus sekali dan mereka nggak ngerti apa yang kita kerjakan," kata Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Selasa (19/5).
Ia menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih sangat terkendali. Menurutnya, defisit APBN tetap berada di bawah batas aman 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"fiskal kita masih bisa dikendalikan di bawah 3% PDB. Tahun lalu bukan 2,9 loh, 2,8% dari PDB defisitnya. Jadi nggak ada masalah. Sekarang pun kita hitung defisitnya berapa," kata Purbaya.
"Jadi kalau ekonom memandang kebijakan fiskal kita berantakan, mereka suruh lihat deh kebijakan negara-negara Eropa berapa defisitnya. Utangnya berapa. Itu mendekati 100% semua dari PDB, utang kita masih 40. Kita masih bagus, harusnya ekonom memuji kita," ujar Purbaya.
Purbaya pun optimistis ekonomi Indonesia akan terus membaik meski dunia sedang menghadapi guncangan global. Oleh karena itu, Purbaya juga meminta masyarakat tidak panik.
"Jangan khawatir. Kita betul-betul memperbaiki ekonomi dan sudah kelihatan di triwulan keempat dan triwulan pertama tahun ini kita sudah tumbuh semakin cepat dan kita akan jaga terus supaya lebih cepat lagi," ujarnya.
Baca Juga: Soal Drama Orang Desa Tak Pakai Dolar, Gerindra: Prabowo Tak Ingin Rakyat Takut
Menurut dia, seluruh program pemerintah sudah diperhitungkan secara matang sehingga kondisi fiskal tetap aman di tengah tekanan global. "Semuanya sudah kita hitung dengan, dengan baik."
Selain mengandalkan belanja negara, pemerintah disebut terus mendorong sektor swasta agar lebih aktif menggerakkan ekonomi nasional. Strategi tersebut dinilai mulai menunjukkan hasil positif.
"Strategi kita bukan hanya belanja pemerintah, tapi kita juga mengaktifkan sektor swasta. Makanya pertumbuhan ekonomi bisa 5,6% triwulan pertama karena swasta juga mulai bergerak, bukan hanya government saja," ujarnya.
Ia bahkan menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 sebesar 5,6 persen menjadi pencapaian besar di tengah kondisi global yang tidak stabil.
Baca Juga: Purbaya Soal Ucapan Prabowo Orang Desa Tak Pakai Dolar: untuk Menghibur Rakyat
"Triwulan pertama kita tumbuh 5,6% ketika perekonomian global lagi goncang. Jadi itu suatu prestasi yang luar biasa karena kebijakan Pak Presiden melakukan reformasi betul-betul dilakukan sebelum ada negative shock dari global. Jadi strategi pembangunannya amat baik dari Bapak Presiden," terang Purbaya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri