Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gak Main-main! Ada 14 Smelter Mineral di RI, Investasi Tembus US$7,8 Miliar

Gak Main-main! Ada 14 Smelter Mineral di RI, Investasi Tembus US$7,8 Miliar Kredit Foto: MIND ID

Dengan bertambahnya fasilitas pengolahan tersebut, kapasitas smelter nasional pun terus meningkat. Untuk komoditas nikel, kapasitas input smelter saat ini tercatat mencapai 24,9 juta ton per tahun dengan kapasitas output sebesar 924.780 ton per tahun yang terintegrasi.

Sementara itu, smelter tembaga memiliki kapasitas input dua juta ton per tahun dengan output 460 ribu ton katoda tembaga per tahun. Adapun smelter besi memiliki kapasitas input empat juta ton per tahun dan output sebesar 1,7 juta ton per tahun.

Di sisi lain, pengembangan smelter bauksit juga menunjukkan peningkatan signifikan. Saat ini kapasitas input smelter bauksit mencapai 19,6 juta ton per tahun dengan kapasitas output alumina sebesar 7,4 juta ton per tahun.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa basis industri pengolahan mineral mulai terbentuk,” ujar Tri.

Meski demikian, Tri menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus mengejar jumlah pembangunan smelter semata. Menurut dia, pengawasan terhadap seluruh proyek hilirisasi tetap menjadi hal penting agar fasilitas yang dibangun benar-benar mampu beroperasi optimal dan berdaya saing.

“Kami juga menyampaikan bahwa secara seimbang terdapat proyek yang perlu terus dikawal dan pemerintah tidak hanya melihat hilirisasi dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kesiapan operasi, kesinambungan bahan baku, pemenuhan lingkungan, serta kepatuhan terhadap ketentuan perizinan,” katanya.

Karena itu, pemerintah ingin memastikan pembangunan smelter mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi Indonesia, baik melalui peningkatan nilai tambah maupun penguatan industri domestik.

“Dengan demikian arah kami bukan hanya mengejar jumlah smelter saja, tetapi juga memastikan bahwa smelter yang terbangun betul-betul dapat beroperasi produktif, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah bagi Indonesia,” pungkasnya.

Secara rinci, total investasi pada sektor smelter terintegrasi telah mencapai US$7,8 miliar. Capaian ini juga dibarengi dengan performa setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang melampaui Rp56 triliun hingga pertengahan Mei 2026.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra