Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

WHO Nyalakan Alarm, Wabah Ebola Ditetapkan sebagai Darurat Internasional

WHO Nyalakan Alarm, Wabah Ebola Ditetapkan sebagai Darurat Internasional Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dunia kembali dibuat waspada setelah World Health Organization (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Lonjakan kasus dan kematian memicu kekhawatiran wabah bisa menyebar lebih luas. 

Melansir BBC, sejauh ini, sedikitnya 131 orang di Republik Demokratik Kongo dilaporkan meninggal dunia akibat wabah tersebut. Selain itu, lebih dari 513 orang diduga terinfeksi virus Ebola dan masih dalam pemantauan.

Ancaman penyebaran lintas negara juga mulai terlihat. Uganda melaporkan dua kasus terkonfirmasi dengan satu korban meninggal dunia, berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention atau CDC.

Meski menetapkan status darurat kesehatan internasional, WHO menegaskan wabah saat ini belum memenuhi kategori pandemi global. Namun lembaga tersebut mengingatkan potensi penyebarannya bisa jauh lebih besar dibanding jumlah kasus yang saat ini terdeteksi.

WHO menyebut risiko penularan wabah Ebola saat ini berada pada level lokal dan regional dengan dampak yang signifikan apabila tidak segera dikendalikan.

Baca Juga: Jakarta Catat 3 Kasus Hantavirus, Dinkes DKI Beri Imbauan Penting

“Wabah Ebola saat ini disebabkan oleh galur Bundibugyo. Saat ini, belum ada obat atau vaksin yang disetujui untuk melawan galur tersebut," ungkap WHO.

Virus Ebola sendiri dikenal sebagai penyakit langka namun sangat berbahaya dan sering mematikan. Wabah kali ini dipicu oleh spesies Bundibugyo, salah satu dari tiga jenis virus Ebola yang pernah menyebabkan wabah besar.

Penularan Ebola terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita yang terinfeksi, seperti darah, muntahan, hingga cairan tubuh lainnya. Wabah biasanya bermula dari penularan hewan ke manusia, terutama dari kelelawar pemakan buah yang terinfeksi virus.

Gejala Ebola umumnya muncul mendadak dan sekilas menyerupai flu biasa. Penderita bisa mengalami demam, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, hingga sakit tenggorokan.

Ketika kondisi memburuk, pasien mulai mengalami muntah, diare, ruam kulit, hingga gangguan fungsi organ tubuh. Pada beberapa kasus, perdarahan internal maupun eksternal juga dapat terjadi.

Baca Juga: WHO Peringatkan Potensi Kenaikan Kasus Hantavirus Global

WHO menyebut masa inkubasi Ebola berkisar antara dua hingga 21 hari setelah seseorang terpapar virus. Tingkat kematian akibat galur Bundibugyo juga tergolong tinggi. Dalam wabah sebelumnya, sekitar 30 persen pasien dilaporkan meninggal dunia.

Situasi ini membuat otoritas kesehatan internasional terus meningkatkan pengawasan guna mencegah penyebaran wabah ke wilayah lain.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri