Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,5% di 2027. Hal itu disampaikannya dalam Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI.
"Saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5% di tahun 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029," kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, Rabu (20/5/2026).
Dalam asumsi dasar ekonomo makro, suku bunga surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun dipatok kisaran 6,5 hingga 7,3%. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500.
"Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," ungkap dia.
Di sisi lain, Prabowo juga menargetkan inflasi akan tetap pada kisaran 1,5 hingga 3,5% di tahun depan. Untuk sektor energi, harga minyak mentah Indonesia diperkirakan sebesar US$70 hingga US$95 per barel.
Selanjutnya lifting minyak bumi ditargetkan 602 hingga 615 ribu barel per hari, dan lifting gas 934 hingga 977 ribu barel setara minyak bumi per hari.
Baca Juga: Prabowo: Rakyat Tidak Mimpi Kaya Raya, Cukup Hidup Layak
Baca Juga: Alasan Kenapa Prabowo Sampaikan Langsung Pemaparan KEM-PPKF di Paripurna DPR
Berikut Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027:
- Pertumbuhan ekonomi: 5,8–6,5%
- Inflasi: 1,5–3,5%
- Suku bunga SBN 10 tahun: 6,5–7,3%
- Nilai tukar: Rp16.800–17.500/US$
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP): US$70–95/barel
- Lifting minyak mentah (RBPH): 602-615
- Lifting gas bumi (RBSMPH): 934-977
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: