Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Nama AHY Ikut Terseret Kasus Korupsi MBG, Partai Demokrat Buka Suara!

Nama AHY Ikut Terseret Kasus Korupsi MBG, Partai Demokrat Buka Suara! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menyeret berbagai nama ke ruang publik. Di tengah berkembangnya isu dan spekulasi yang beredar, nama Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ikut dikaitkan dengan salah satu tersangka, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya.

Merespons kabar tersebut, Partai Demokrat akhirnya angkat bicara. Mereka membantah keras berbagai tudingan yang menghubungkan AHY dengan Sony Sonjaya maupun dengan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini menjadi sorotan dalam perkara dugaan korupsi MBG.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan bahwa AHY sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Sony Sonjaya.

"Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak mengenal Saudara Sony Sonjaya," kata Herzaky dalam keterangan yang dimuat di laman resmi Partai Demokrat, Rabu (10/6/2026).

Klarifikasi tersebut disampaikan setelah beredar unggahan yang mencantumkan frasa "2 orang kolonel usulan AHY" dalam daftar nama yang dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi MBG.

Baca Juga: Sony Sonjaya Buka Kartu Korupsi MBG: Ada 26 Nama dari Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif

Menurut Herzaky, tidak pernah ada bentuk komunikasi, usulan, rekomendasi, maupun dukungan yang diberikan AHY kepada Sony Sonjaya terkait program SPPG ataupun urusan lainnya.

"AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan kepada Saudara Sony Sonjaya terkait program SPPG maupun urusan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung," ujarnya.

Ia juga mempertanyakan dasar munculnya narasi tersebut. Sebab, unggahan yang beredar tidak menjelaskan secara rinci siapa yang dimaksud dengan "AHY" maupun siapa yang disebut sebagai "2 orang kolonel".

Karena itu, Partai Demokrat menilai pengaitan frasa tersebut dengan AHY tidak memiliki landasan fakta yang dapat diverifikasi.

"Karena itu, frasa '2 orang Kolonel usulan AHY', jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran," tegasnya.

Meski membantah keras tudingan yang beredar, Herzaky menegaskan bahwa Partai Demokrat tetap menghormati kebebasan pers dan mendukung kerja jurnalistik yang profesional.

Namun, ia mengingatkan agar setiap informasi yang menyebut nama individu maupun institusi harus disampaikan berdasarkan fakta yang telah diverifikasi, akurat, dan berimbang.

"Partai Demokrat menghormati kebebasan pers dan mendukung kerja jurnalistik yang profesional. Namun, kami berharap setiap informasi yang menyebut nama individu maupun institusi disampaikan secara akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta yang terverifikasi," pungkasnya.

Baca Juga: 'Anak-anak Ambil Foto Saja Dimarahi', Dadan Hindayana Disebut Penyebab Publik Sulit Ikut Awasi MBG

Sementara itu, kasus dugaan korupsi MBG sendiri terus bergulir di Kejaksaan Agung. Sebelumnya, penyidik menetapkan mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, sebagai salah satu tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program MBG periode 2025–2026.

Selain Sony, dua nama lain juga ditetapkan sebagai tersangka, yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan, Lodewyk Pusung.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri