Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Operasi Rahasia Amerika Terbongkar, Diam-diam Kirim Senjata ke Militan Kurdi untuk Pecahkan Iran

Operasi Rahasia Amerika Terbongkar, Diam-diam Kirim Senjata ke Militan Kurdi untuk Pecahkan Iran Kredit Foto: The Sunday Times
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkap fakta mengejutkan terkait strategi Washington menghadapi Iran. Trump mengakui pemerintahannya pernah berupaya menyalurkan senjata kepada pihak-pihak yang menentang rezim Teheran melalui kelompok Kurdi dengan harapan dapat memicu perlawanan dari dalam negeri Iran.

Pengakuan tersebut menjadi salah satu indikasi paling jelas bahwa AS tidak hanya mengandalkan tekanan diplomatik dan operasi militer, tetapi juga sempat mencoba menciptakan tekanan internal terhadap pemerintahan Iran.

Baca Juga: 'Pengganggu Timur Tengah Sudah Mati,' Amerika Klaim Iran Kini Cuma Bisa Omong Besar Tanpa Aksi

Menurut Trump, senjata itu dikirim melalui kelompok Kurdi yang selama ini dikenal memiliki hubungan rumit dengan pemerintah Iran. Namun, rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

"Kurdi mengecewakan kami. Saya mengatakan mereka akan menyimpan senjata itu," kata Trump, dikutip Jumat (12/6).

Ia mengaku sejak awal sudah meragukan efektivitas rencana itu karena khawatir senjata yang dikirim tidak akan sampai kepada pihak yang dituju.

Pengakuan Trump memperkuat laporan sebelumnya yang menyebut Washington sempat berusaha membantu kelompok oposisi dan demonstran anti-pemerintah Iran saat gelombang kerusuhan besar mengguncang negara tersebut.

Trump juga menyebut senjata dikirim "melalui Kurdi" untuk membantu kelompok yang menentang pemerintah Iran. Namun ia menilai distribusi itu gagal karena senjata tidak pernah sampai ke tangan pihak yang menjadi sasaran operasi.

Di tengah pengakuan tersebut, ketegangan AS-Iran justru terus meningkat. Trump sebelumnya juga mengancam akan melanjutkan serangan terhadap Iran setelah negosiasi damai kembali menemui jalan buntu. Ia bahkan menyatakan AS siap meningkatkan tekanan terhadap Teheran dalam berbagai bentuk, baik militer maupun politik.

Baca Juga: 'Teheran Baru Sadar,' Amerika Klaim Tiap Malam Selundupkan Tanker Minyak Lewati Blokade Iran

Pernyataan Trump itu memunculkan spekulasi bahwa Washington selama ini tidak hanya berupaya menekan Iran dari luar, tetapi juga pernah mencoba membuka celah perubahan kekuasaan dari dalam negeri melalui kelompok-kelompok yang berseberangan dengan pemerintah Teheran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar