Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Publik Tercengang, Prabowo Bongkar Rp6.000 Triliun Bocor ke Asing

Publik Tercengang, Prabowo Bongkar Rp6.000 Triliun Bocor ke Asing Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Publik di media sosial dibuat tercengang setelah Presiden Prabowo Subianto mengungkap fakta pahit bahwa selama 22 tahun terakhir, keuntungan ekonomi Indonesia mencapai sekitar USD 436 miliar, namun USD 343 miliar di antaranya justru mengalir ke luar negeri.

Seorang netizen dengan akun X @tekarok007 menghitung, jika menggunakan kurs hari ini (Rp17.685 per dolar AS), maka Indonesia telah kehilangan sekitar Rp6.065,95 triliun.

Kebocoran besar ini berdampak langsung pada keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga berimbas pada gaji guru dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih kecil.

“Selama 22 tahun, RI sudah kehilangan USD 343 miliar! Itu setara dengan Rp6.000 triliun lebih, sebanyak itu kekayaan alam kita bocor. Makanya gaji guru dan ASN masih kecil, anggaran negara pun megap-megap. Prabowo di pidatonya bicara fakta pahit ini di depan rapat paripurna, bukan asal bicara karena datanya langsung dari ekspor-impor,” tulisnya, Rabu (20/5).

Kekayaan tersebut bisa kabur di depan mata karena para mafia ekspor menggunakan praktek underinvoicing, yaitu harga ekspor dicatat lebih rendah di dokumen resmi. Akibatnya, keuntungan asli sebesar USD 436 miliar, namun USD 343 miliar kabur ke luar negeri, dan Indonesia hanya mendapat “remahan roti”.

Ia memuji Prabowo karena berani membongkar praktik ini dan berkomitmen memperbaiki sistem ekspor. 

"Untungnya Prabowo sadar, dan tidak akan membiarkan praktek pencurian ini terus berlangsung. Sistemnya yang bolong itu akan diperbaiki. Ekspor komoditas strategis kayak sawit dan batu bara wajib ekspor lewat BUMN, agar semua lebih transparan," jelasnya.

Dengan kebijakan tersebut, negara akan dapat menggaji guru dan ASN dengan layak. "Bayangkan 5-10 tahun lagi, gaji layak bukan cuma untuk guru dan ASN tapi juga bisa untuk semua rakyat Indonesia. Ini komitmen Prabowo, untuk impian besarnya Indonesia Emas 2045," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa berdasarkan data internasional, total keuntungan ekonomi Indonesia dalam 22 tahun terakhir mencapai sekitar USD 436 miliar. Namun, dari jumlah tersebut, sekitar USD 343 miliar justru mengalir ke luar negeri.

“Ini angka-angka dari PBB,” kata Prabowo saat membuka pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Prabowo Spill Akal-akalan Birokrasi yang Bikin Pengusaha Sengsara, Golkar Ikut Disindir

Baca Juga: Indomie Disanjung Prabowo, Begini Gerak Saham Emiten Anthoni Salim

Menurutnya, kebocoran besar ini membuat APBN terbebani, sehingga berimbas pada kecilnya gaji guru dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Itu sebabnya gaji guru kecil, gaji-gaji aparat penegak hukum kecil, gaji-gaji ASN kecil. Ini yang selalu anggaran tidak cukup, anggaran tidak kuat dan sebagainya,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya