Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jamaah Haji Membeludak, Produk Halal RI Dibutuhkan di Saudi

Jamaah Haji Membeludak, Produk Halal RI Dibutuhkan di Saudi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Atase Perdagangan RI Riyadh, Zulvri Yenni, mendorong eksportir Indonesia memanfaatkan peluang besar dari transformasi ekonomi Arab Saudi melalui Saudi Vision 2030.

Ia menegaskan, sektor potensial meliputi makanan dan minuman halal, produk pertanian, furnitur, fesyen muslim, kosmetik halal, hingga produk manufaktur bernilai tambah. Peningkatan jumlah wisatawan religi dan jamaah umrah turut mendorong lonjakan kebutuhan produk konsumsi.

Berdasarkan laporan Strategic Management Office–Council of Economic and Development Affairs (SMO-CEDA), implementasi Saudi Vision 2030 telah mencapai 93 persen pada 2025. Program ini dipantau langsung Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).

Zulvri menilai, Indonesia dapat memanfaatkan momentum tersebut dengan memperkuat diplomasi dagang, promosi produk unggulan, serta peningkatan standar agar sesuai kualifikasi Saudi. Perwakilan perdagangan RI siap memfasilitasi penjajakan bisnis antara eksportir Indonesia dan mitra Saudi.

“Pasar Arab Saudi saat ini sangat potensial bagi produk Indonesia. Untuk memaksimalkan peluang ini, perwakilan perdagangan di Arab Saudi siap memfasilitasi business matching pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi,” imbuh Zulvri, dikutip dari siaran pers Kemendag, Rabu (20/5).

Salah satu sektor yang punya peluang semakin besar adalah makanan dan minuman halal yang juga turut menopang ekosistem perlengkapan haji. Pada 2025, jumlah jamaah umrah internasional Arab Saudi mencapai 18,03 juta orang dan ditargetkan mencapai 30 juta orang pada 2030. Kondisi tersebut diperkirakan meningkatkan permintaan terhadap produk makanan siap saji, perlengkapan ibadah, produk kesehatan, serta layanan pendukung lainnya.

“Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemasok utama produk halal di Arab Saudi, terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumen domestik Arab Saudi maupun jamaah internasional yang membutuhkan produk-produk tersebut, namun memiliki kompetitor sesama negara anggota ASEAN terutama Malaysia, Thailand, dan Vietnam ” kata Zulvri.

Baca Juga: Satgas Haji Polri Tindak 13 Tersangka Sindikat Haji Ilegal, Kerugian Capai Rp10 Miliar

Baca Juga: Penyakit Hantavirus Ancam Jemaah Haji Indonesia, Begini Kata DPR

Selain itu, tingkat partisipasi perempuan dalam pemenuhan lapangan pekerjaan Arab Saudi yang tercatat sebesar 35 persen telah menciptakan pasar baru bagi segmen tenaga kerja tersebut. Zulvri melihat ada peluang baru untuk memenuhi permintaan produk perawatan kulit (skincare), modest fashion untuk bekerja, serta berbagai layanan profesional lainnya bagi perempuan.

Proyek pembangunan besar-besaran di Arab Saudi juga membuka peluang bagi ekspor produk industri Indonesia. Pemerintah Arab Saudi saat ini tengah mengembangkan berbagai proyek strategis, termasuk pembangunan kota pintar, kawasan industri, dan infrastruktur pariwisata. Di sektor hunian, kepemilikan rumah di Arab Saudi telah mencapai 66,24 persen. Indonesia dapat memanfaatkan potensi peningkatan permintaan yang masif terhadap furnitur kayu, produk dekorasi interior, dan bahan bangunan untuk mengisi pasar Arab Saudi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait: