Presiden Korsel Geram ke Israel hingga Ancam Tangkap Netanyahu: Kita Sudah Lama Bersabar
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Ketegangan antara Korea Selatan dan Israel memanas setelah militer Israel mencegat kapal misi kemanusiaan tujuan Gaza yang membawa sejumlah aktivis asal Korea Selatan.
Presiden Korsel Lee Jae Myung bahkan secara terbuka menyinggung kemungkinan negaranya mempertimbangkan surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Melansir Korea Times, dalam rapat kabinet mingguan pada Rabu (20/5), Lee melontarkan kritik keras terhadap tindakan Israel yang menahan warga Korsel di perairan internasional. Ia menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang “sangat tidak masuk akal”.
Presiden Lee mempertanyakan dasar hukum militer Israel mencegat kapal bantuan kemanusiaan yang membawa para aktivis Korea. Menurutnya, perlu dipertanyakan apakah kapal tersebut benar-benar memasuki wilayah teritorial Israel atau melanggar batas yang diakui secara internasional.
“Bahkan ada norma internasional minimum, dan mereka melanggar semuanya,” kata Lee.
“Bagaimana pihak-pihak yang bertikai saling berurusan bukanlah urusan kita untuk campur tangan, tetapi apakah dapat dibenarkan untuk menyita, menangkap, dan menahan kapal negara ketiga yang mencoba memberikan bantuan atau dukungan sukarela?” lanjutnya.
Baca Juga: Amerika dan Israel Frustrasi Soal Iran, Terungkap Lewat Telepon Dramatis Netanyahu-Trump
Lee mengakui bahwa para aktivis yang ikut dalam misi kemanusiaan itu memang tidak mengikuti rekomendasi Pemerintah Seoul. Namun menurutnya, hal tersebut tetap menjadi urusan internal negaranya dan tidak bisa dijadikan alasan pembenaran penahanan.
“Bagaimanapun juga, memang benar bahwa warga negara kita ditahan karena alasan yang tidak dapat dibenarkan menurut hukum internasional,” ujar Lee.
“Ini sudah melewati batas. Kita sudah terlalu lama bersabar," katanya.
Pernyataan paling mengejutkan muncul ketika Lee menyinggung surat perintah penangkapan ICC terhadap Netanyahu dalam percakapannya dengan Penasihat Keamanan Nasional, Wi Sung-lac.
Lee menyebut hampir seluruh negara Eropa telah menyatakan kesiapan menangkap Netanyahu apabila masuk ke wilayah mereka.
“Kita juga harus mempertimbangkan untuk membuat penilaian kita sendiri,” kata Lee.
Di tengah memanasnya situasi, pemerintah Korsel kemudian mengumumkan kabar terbaru terkait warganya yang ditahan Israel. Juru bicara kepresidenan Korsel, Kang Yu Jung, menyatakan dua warga negara Korea Selatan akhirnya dibebaskan pada Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Usaha Netanyahu Hancur, Israel Terbelah Gegara Viralnya Kekerasan ke Relawan Global Sumud Flotilla
Kang menjelaskan kapal Lina Al Nabulsi yang membawa aktivis Korsel Kim Ah Hyun serta warga keturunan AS-Korea Jonathan Victor Lee sebelumnya dicegat oleh militer Israel di dekat Siprus.
Sebelumnya, dua hari lebih awal, pasukan Israel juga mencegat kapal GSF Kyriakos X yang membawa aktivis Korsel lainnya, Kim Dong Hyeon, dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: