Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dibangun di Tengah Kemacetan Jakarta, Proyek LRT Ini Catat Nol Kecelakaan

Dibangun di Tengah Kemacetan Jakarta, Proyek LRT Ini Catat Nol Kecelakaan Kredit Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai disebut menghadapi tantangan besar karena dikerjakan di kawasan padat lalu lintas Jakarta dengan area konstruksi yang sempit. Meski begitu, proyek tersebut diklaim berhasil mencatat nol kecelakaan kerja atau zero accident selama proses pembangunan berlangsung.

PT Jakarta Propertindo atau Jakpro menyebut proyek LRT Jakarta Fase 1B telah membukukan total 6.405.252 jam kerja tanpa kecelakaan kerja. Capaian itu disebut menjadi salah satu indikator keberhasilan penerapan sistem keselamatan konstruksi di proyek strategis ibu kota tersebut.

Direktur Proyek LRT Jakarta Fase 1B, Ramdani Akbar, mengatakan kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri selama pembangunan berlangsung. Selain berada di jalur padat kendaraan, proyek juga dikerjakan dengan ruang kerja yang terbatas di sejumlah titik.

Menurut Ramdani, perlindungan terhadap masyarakat sekitar menjadi perhatian penting selain keselamatan pekerja proyek. Karena itu, seluruh proses pembangunan disebut dilakukan dengan pengawasan keselamatan yang ketat.

“Keselamatan bukan hanya bagian dari prosedur proyek, tetapi menjadi budaya kerja yang terus kami bangun bersama seluruh mitra dan pekerja di lapangan. Kami ingin memastikan pembangunan LRT Jakarta Fase 1B berjalan produktif, aman, dan tetap memperhatikan kenyamanan warga,” kata Ramdani di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Jakpro menjelaskan proyek LRT Jakarta Fase 1B berada di bawah dua standar keselamatan sekaligus. Sistem tersebut meliputi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012 dan standar internasional ISO 45001:2018.

Menurut perusahaan, penerapan standar tersebut bukan sekadar formalitas administratif. Seluruh tahapan proyek disebut wajib melalui audit berkala, pelaporan insiden secara transparan, hingga evaluasi berkelanjutan selama konstruksi berjalan.

Capaian zero accident menjadi sorotan karena proyek ini berlangsung di salah satu kawasan sibuk Jakarta. Risiko kecelakaan kerja maupun gangguan terhadap aktivitas masyarakat dinilai cukup tinggi sejak awal pembangunan dimulai.

Selain fokus pada keselamatan, progres pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B juga disebut hampir rampung. Hingga minggu pertama Mei 2026, progres konstruksi telah mencapai 92,67 persen.

Baca Juga: Gubernur DKI Buka Peluang Perpanjangan LRT Jakarta ke PIK 2 dan Bandara Soetta

Jalur Velodrome-Manggarai nantinya diharapkan memperkuat konektivitas transportasi publik di Jakarta. Kehadiran jalur baru tersebut juga ditargetkan mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi massal yang lebih terintegrasi dan ramah lingkungan.

Pemerintah daerah dan Jakpro berharap proyek ini dapat meningkatkan mobilitas warga sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di ibu kota. Selain itu, LRT Jakarta Fase 1B diharapkan menjadi bagian penting dari integrasi transportasi perkotaan Jakarta ke depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama