Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OJK: Hasil Investasi Asuransi Syariah Negatif akibat IHSG Anjlok

OJK: Hasil Investasi Asuransi Syariah Negatif akibat IHSG Anjlok Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hasil investasi asuransi syariah tertekan dan berbalik mengalami kontraksi menjadi negatif Rp121,84 miliar per Maret 2026 akibat pelemahan pasar saham.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan, Ogi Prastomiyono, mengatakan penurunan tersebut terjadi setelah industri asuransi syariah sebelumnya membukukan hasil investasi positif sebesar Rp545,24 miliar pada Februari 2026.

“Berdasarkan data posisi Maret 2026, hasil investasi asuransi syariah tercatat mengalami kontraksi menjadi negatif Rp121,84 miliar, setelah sebelumnya berada pada posisi positif sebesar Rp545,24 miliar,” ujar Ogi dalam lembar jawaban tertulis, Jumat (22/5/2026).

Tekanan terhadap hasil investasi industri terutama dipengaruhi perubahan kondisi pasar keuangan, khususnya IHSG yang terkoreksi tajam.

“Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh perubahan kondisi pasar, termasuk pelemahan IHSG sebesar 14,42% secara month-to-month, yang berdampak pada kinerja instrumen investasi berbasis ekuitas dalam portofolio asuransi jiwa syariah,” jelasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan portofolio investasi industri asuransi syariah masih cukup sensitif terhadap fluktuasi pasar modal, terutama pada instrumen berbasis saham.

OJK menilai industri perlu memperkuat strategi pengelolaan investasi guna menjaga stabilitas hasil investasi di tengah volatilitas pasar keuangan yang masih tinggi, salah satunya melalui diversifikasi portofolio investasi.

“Untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan kinerja hasil investasi ke depan, industri perlu terus memperkuat diversifikasi portofolio pada instrumen yang lebih stabil,” ujar Ogi.

Sebagai informasi, IHSG sempat anjlok hingga menyentuh level terendah harian di posisi 5.966,86 pada perdagangan Jumat (22/5/2026).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri