- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Turun 7% Sepekan, Airlangga Bantah IHSG Anjlok karena Badan Ekspor DSI
Kredit Foto: Istihanah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah dipicu sentimen pembentukan badan ekspor DSI maupun defisit neraca perdagangan.
Ia menilai koreksi pasar saham lebih dipengaruhi penyesuaian indeks menyusul keluarnya sejumlah emiten dari indeks lembaga pemeringkat global MSCI.
“Pertama, lihat IHSG hari ini hijau. Sebetulnya IHSG itu kan kemarin ada apa indeks daripada emiten yang keluar dari apa namanya lembaga rating. Nah, tentu koreksi itu suatu hal yang wajar. Ada koreksi di market,” ujar Airlangga di kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga merespons pandangan sejumlah ekonom yang menilai IHSG dan rupiah rentan tertekan akibat sentimen pembentukan badan ekspor DSI serta kondisi neraca perdagangan Indonesia.
Namun Airlangga menegaskan pelemahan pasar bukan berasal dari faktor tersebut.
“Tidak,” katanya saat ditanya apakah koreksi pasar dipicu sentimen badan ekspor dan defisit neraca perdagangan.
IHSG memang masih mencatat pelemahan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 466,54 poin atau 7,04% menjadi 6.162,04 dari posisi sebelumnya 6.628,58.
Baca Juga: IHSG Ambruk 30% dalam 5 Bulan, Investor Shock!
Baca Juga: IHSG Dibuka Anjlok 1,80%, Sempat Terlempar ke Level 5.900
Meski demikian, pada perdagangan Jumat (22/5/2026), IHSG berhasil ditutup menguat 1,10% atau naik 67,11 poin ke level 6.162,05 setelah sempat bergerak di zona hijau sepanjang sesi perdagangan.
Tekanan terhadap pasar saham domestik sebelumnya juga muncul setelah MSCI Inc. menghapus 18 saham Indonesia dan hanya menambahkan satu saham dalam hasil MSCI Equity Indexes May 2026 Index Review yang diumumkan pada 13 Mei 2026.
Perubahan tersebut akan efektif berlaku pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dan mencakup indeks saham kapitalisasi besar hingga kategori small cap.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: