Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sempat Hilang Seminggu, Jemaah Haji Asal Jakarta Ditemukan Wafat di Makkah

Sempat Hilang Seminggu, Jemaah Haji Asal Jakarta Ditemukan Wafat di Makkah Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Jemaah haji lansia asal Jakarta bernama Muhammad Firdaus Ahlan yang dilaporkan hilang di Makkah kini telah ditemukan. Pihak Kementerian Haji dan Umrah mengonfirmasi bahwa warga berusia 72 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Kami akan memberikan update terkait rangkaian proses pencarian jemaah atas nama Bapak Muhammad Firdaus, usia 72 tahun, jemaah kloter JKG 27 yang pada hari ini mencapai titik temu. Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus ditemukan dalam keadaan wafat. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un," ucap Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Hasan Afandi, Jumat, 22 Mei 2026.

Sebelumnya, Firdaus dikabarkan menghilang sejak Jumat, 15 Mei 2026 setelah keluar dari hotel tempatnya menginap sendirian. Korban terdeteksi meninggalkan pemondokan di sektor 9 Misfalah, Makkah, tanpa membawa kelengkapan identitas maupun telepon seluler.

"Kami, segenap PPIH Arab Saudi, menyampaikan dukacita yang mendalam atas wafatnya Almarhum. Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunannya kepada Almarhum dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan," imbuhnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, otoritas petugas haji dipastikan akan memfasilitasi pengurusan badal haji untuk almarhum. Skema perwakilan ibadah tersebut bakal sepenuhnya didelegasikan kepada petugas haji yang berada di Tanah Suci.

"Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi Almarhum," ujarnya.

Pihak Kemenhaj juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran lembaga diplomasi dan otoritas lokal yang membantu proses pencarian. Kerja sama taktis penelusuran ini sebelumnya melibatkan tim rumah sakit Arab Saudi hingga Konsulat Jenderal RI Jeddah.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada keluarga Almarhum, Konsulat Jenderal RI Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit Arab Saudi, petugas haji yang melakukan pencarian, serta seluruh masyarakat Indonesia yang mendoakan selama proses pencarian ini berlangsung," katanya.

Belajar dari insiden pilu ini, para jemaah dan petugas diimbau untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama rekan di lapangan. Langkah proaktif warga sangat krusial dalam menekan potensi adanya jemaah yang tersesat atau terpisah dari rombongan.

"Bila melihat jemaah yang berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya."

Jika menemukan indikasi jemaah kebingungan arah, masyarakat diminta segera mengantarkan mereka ke pos layanan terdekat. Petugas haji menegaskan komitmen penuh untuk siaga melayani dan melindungi seluruh jemaah selama ibadah berlangsung.

"Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan petugas plotter," papar Hasan.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas, kronologi hilangnya Firdaus bermula saat dirinya keluar kamar dengan kaus putih dan sarung hitam. Lansia tersebut melangkah meninggalkan lobi sekitar pukul 09.04 waktu Arab Saudi di tengah situasi hotel yang sedang sepi.

"Yang bersangkutan keluar dari hotel sendirian tanpa membawa pengenal apa pun kecuali gelang haji," kata Juru bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha kepada tim Media Center Haji (MCH), Rabu, 20 Mei 2026.

Istri korban, Nafsiah Nawan, mengaku terakhir berinteraksi dengan suaminya pada Jumat pagi untuk menyiapkan keperluan salat. Keberadaan Firdaus baru disadari hilang saat sang istri memeriksa kamar suaminya menjelang pukul 16.00 waktu setempat.

"Saya siapin koko putih dan sarung kotak-kotak warna hitam. Saat itu, suami sedang mandi," kata Nafsiah ketika ditemui tim MCH, Selasa, 19 Mei 2026.

Baca Juga: 1 Juta Porsi Makanan Siap Saji RI Dibutuhkan Jamaah Haji

Nafsiah yang sempat syok langsung menghubungi pihak keluarga di Jakarta setelah mendapat informasi dari rekan sekamar suaminya. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke ketua kloter serta petugas perlindungan jemaah untuk proses penyisiran area pemondokan.

"Saya ke sini (kamar) sore sekitar jam 4, tanya temannya dan dibilang belum pulang sejak siang. Temannya pun baru pulang dari masjid," ungkapnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: