Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dody Hanggodo Tegas: ASN Flexing? Silakan Mundur!

Dody Hanggodo Tegas: ASN Flexing? Silakan Mundur! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan larangan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kementeriannya untuk memamerkan kekayaan atau flexing di media sosial.

Menurutnya, gaya hidup mewah tidak pantas ditunjukkan oleh pegawai pemerintah di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi kesulitan ekonomi.

"Nggak usah pakai flexing-flexingan. Kecuali kalau rakyat dan bangsa Indonesia ini 90% plus-plus sudah berada di masyarakat yang menengah ke atas, boleh lah kalau mau flexing model apapun," kata Dody di hadapan ASN Kementerian PU di kantornya, Jakarta Selatan, dikutip Sabtu (23/5).

Ia bahkan memanggil beberapa pegawai Kementerian PU yang sedang melanjutkan pendidikan di London, Inggris, dan menegaskan bahwa jika mereka ingin memamerkan kekayaan, maka harus mengundurkan diri sebagai ASN.

Dody mengingatkan bahwa ASN hidup dari uang rakyat yang dikumpulkan melalui pajak, sehingga perilaku pamer kemewahan justru akan melukai perasaan masyarakat.

"Tapi dengan kondisi Indonesia seperti hari ini dan adik-adik itu mendapatkan bulanannya dari mereka lewat pajak-pajak mereka, sekolah juga biayai mereka langsung maupun tidak langsung. Kan kalau flexing menyakiti mereka. Itu yang kita panggil yang dari London kan itu. Kita panggil dari London. Kalau mau flexing bolehtapi jangan jadi ASN, yang larang saya," tegasnya.

Selain itu, Dody juga melarang keras pegawai di bawah naungannya untuk menghina program prioritas pemerintah, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, banyak pegawai muda yang belum memahami secara mendalam tujuan mulia program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Baca Juga: Gaji Ke-13 Pensiunan ASN Cair 2 Juni 2026, Ini 5 Ketentuan yang Wajib Diketahui

Baca Juga: Pensiunan ASN Siap-siap! Taspen Bakal Salurkan Gaji ke-13 Mulai 2 Juni 2026

Ia menjelaskan bahwa MBG memiliki target jangka panjang untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, demi mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

"Jangan menghina program prioritas pemerintah, kecuali adik-adik ngerti dengan detail apa sih maksudnya Pak Presiden bikin MBG. Ngerti dengan detail loh ya, bukan hanya sekedar ngerti-ngertian. Pernah tau nggak itu ada upaya untuk pengetasan stunting? Ujung-ujung nya cuma satu, bagaimana Indonesia Emas 2045 bisa benar-benar terwujud," tutup Dody.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya