Bantuan Beras-Minyak Goreng Diperpanjang! Pemerintah Kebut Penyaluran hingga Juni
Kredit Foto: Bapanas
Kabar penting bagi jutaan penerima bantuan pangan. Pemerintah resmi memperpanjang tenggat penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari-Maret 2026 hingga Juni mendatang.
Keputusan tersebut diambil agar seluruh penerima bantuan bisa memperoleh haknya secara optimal sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di pasaran.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan keputusan perpanjangan itu telah dibahas dalam rapat koordinasi teknis di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Dalam Rakornis (rapat koordinasi teknis) di Kemenko Perekonomian diputuskan banpang (bantuan pangan) diperpanjang sampai Juni," kata Ketut, dikutip dari Antara, Senin (25/5).
Pemerintah memastikan program bantuan pangan tidak hanya bertujuan membantu masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian harga bahan pokok strategis, khususnya minyak goreng.
Menurut Ketut, percepatan distribusi bantuan pangan sangat penting untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak goreng di pasar.
Baca Juga: Antisipasi Stok Beras 7 Juta Ton, Bulog Perluas Gudang di Wilayah 3T
"Dalam rangka mengantisipasi kenaikan minyak goreng, kami sudah menginstruksikan Bulog untuk segera mendistribusikan bantuan pangan karena sampai saat ini realisasinya kurang lebih 34 persen," ujarnya.
Bapanas bersama Perum Bulog juga berkomitmen mempercepat distribusi bantuan hingga Juni 2026. Pemerintah bahkan tengah mengoptimalkan pasokan minyak goreng rakyat Minyakita melalui berbagai jalur distribusi agar harga tetap terkendali dan mudah dijangkau masyarakat.
Penyaluran Dikebut, Harga Minyakita Diharapkan Stabil
Dalam program bantuan pangan tersebut, volume minyak goreng yang akan disalurkan mencapai sekitar 132,9 ribu kiloliter.
Jika distribusi dilakukan serentak sepanjang Mei hingga Juni 2026, langkah itu diyakini dapat memberikan dampak besar terhadap stabilitas harga Minyakita di tingkat konsumen.
Bapanas mencatat, rata-rata harga Minyakita secara nasional pada pekan kedua Mei mulai mengalami penurunan secara mingguan, meski masih sedikit berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Hingga 20 Mei 2026, realisasi penyaluran Minyakita telah mencapai 46,2 ribu kiloliter kepada 11,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Artinya, masih ada sekitar 86,8 ribu kiloliter Minyakita yang akan dikebut penyalurannya sampai pertengahan tahun ini.
Sementara untuk bantuan beras, realisasi penyaluran tercatat mencapai 248,4 ribu ton per 21 Mei 2026.
Baca Juga: Mendag Pastikan Harga MinyaKita Turun, Distribusi ke Papua Diperkuat
Dalam laporan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), stok minyak goreng nasional disebut masih cukup memadai.
Perum Bulog tercatat masih mengelola stok minyak goreng sekitar 89 ribu kiloliter, sedangkan ID FOOD memiliki stok sekitar 700 kiloliter.
"Dengan adanya bantuan pangan, sebagian besar masyarakat kita sudah tidak akan membeli minyak goreng, karena bantuannya 4 liter untuk setiap KPM. Jadi ini benar-benar sangat penting sekali," tambah Ketut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: