Kredit Foto: KEK Industropolis Batang
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mempertegas arah pengembangan kawasan industri berbasis environmental, social, and governance (ESG) dengan menyiapkan konsep kawasan industri hijau berkelanjutan yang diklaim bakal menjadi acuan baru di Asia Tenggara.
Pengelola kawasan industri tersebut menyebut penguatan aspek lingkungan, sosial, dan kolaborasi lintas sektor kini menjadi inti strategi pengembangan kawasan di tengah meningkatnya tuntutan investasi global terhadap standar industri berkelanjutan.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang AA Putu Ngurah Wirawan mengatakan pengembangan kawasan industri tidak lagi hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan investasi, tetapi juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Melalui pendekatan Sustainable Livelihood Approach (SLA), pengelola kawasan fokus memperkuat desa-desa penyangga agar lebih mandiri secara ekonomi dan sosial.
“KEK Industropolis Batang berkomitmen penuh untuk membangun hubungan yang harmonis dan bertumbuh bersama masyarakat lokal. Lewat program makro ‘Industropolis Bright’ yang mencakup pilar pendidikan, ketenagakerjaan, ekonomi UMKM, kesehatan, hingga lingkungan, kami ingin memastikan bahwa masyarakat lokal adalah aktor utama yang paling merasakan manfaat dari kemajuan industri ini,” ujar Putu Ngurah dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Di sisi lingkungan, KEK Industropolis Batang mulai menerapkan sejumlah kebijakan berbasis konsep Green Industrial Park. Salah satunya melalui larangan penggunaan air tanah bagi seluruh tenant kawasan.
Kebijakan tersebut mewajibkan tenant menggunakan air permukaan dan menerapkan sistem pengelolaan limbah terpadu guna menjaga konservasi sumber daya alam dalam jangka panjang.
Baca Juga: KEK Industropolis Batang Bawa Pulang Komitmen Investasi Eropa, Nilainya Tembus Ratusan Juta Euro
Baca Juga: KEK Industropolis Batang Genjot Investasi Teknologi Tinggi dari Jepang
Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang M. Burhan Murtaki mengatakan strategi pengembangan kawasan juga dilakukan melalui pendekatan “Pentahelix Collaboration: Building a Resilient and Sustainable Future” yang mengintegrasikan kolaborasi industri, pemerintah, dan institusi pendidikan.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kawasan industri yang lebih tangguh terhadap perubahan ekonomi global sekaligus memperkuat daya saing investasi.
“Kolaborasi antara industri, pemerintah, dan institusi pendidikan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kunci utama dalam menciptakan ekosistem yang tangguh terhadap perubahan zaman sekaligus mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan secara inklusif,” ujar Burhan.
Ia menambahkan program tanggung jawab sosial perusahaan kini diarahkan menjadi investasi sosial terukur melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI).
Berdasarkan perhitungan perusahaan, setiap Rp1 investasi CSR yang dialokasikan diklaim mampu menghasilkan dampak kesejahteraan sosial senilai Rp3,74 dengan total manfaat sosial mencapai lebih dari Rp5 miliar.
Di tengah penguatan strategi ESG tersebut, KEK Industropolis Batang juga meraih empat penghargaan dalam ajang TOP CSR Awards 2026.
Penghargaan tersebut meliputi TOP CSR Awards 2026 Corporate Level STAR 5 dan Golden Trophy. Selain itu, AA Putu Ngurah Wirawan meraih penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2026, sementara M. Burhan Murtaki memperoleh penghargaan TOP CSR Manager 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: