KEK Industropolis Batang Bawa Pulang Komitmen Investasi Eropa, Nilainya Tembus Ratusan Juta Euro
Kredit Foto: KEK Industropolis Batang
PT Kawasan Industri Terpadu Batang atau KEK Industropolis Batang mengamankan sejumlah komitmen investasi dan kerja sama strategis dari Austria, Slowakia, dan Belanda melalui rangkaian diplomasi investasi di Eropa pada 18–22 Mei 2026. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan pusat pelatihan vokasi, pendanaan infrastruktur pintar, teknologi energi hijau, hingga penguatan koridor logistik internasional.
Rangkaian agenda investasi itu dilakukan bersama Kantor Staf Presiden, Sekretariat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Indonesia Investment Promotion Centre London, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Austria, Slowakia, dan Belanda.
Langkah awal dilakukan di Wina, Austria, pada 18 Mei 2026 melalui pertemuan bisnis bersama Wirtschaftskammer Österreich, EEE Group, dan ANDRITZ Hydro. Dalam pertemuan tersebut, KEK Industropolis Batang membuka peluang pemanfaatan skema Austrian Soft Loan untuk pembangunan pusat pelatihan vokasi internasional di atas lahan seluas 7 hektare di kawasan industri Batang.
Pusat vokasi itu dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja industri di bidang kelistrikan, elektronika, dan pengelasan guna memenuhi kebutuhan tenant kawasan industri.
Selain itu, perusahaan energi terbarukan asal Austria, ANDRITZ Hydro, menyatakan minat untuk menjajaki lokalisasi teknologi dan pasokan energi hijau bagi kawasan industri Batang.
Agenda berikutnya berlangsung di Bratislava, Slowakia, pada 20 Mei 2026 melalui Indonesia-Slovakia Investment and Business Forum yang dihadiri lebih dari 35 perusahaan Eropa. Dalam forum tersebut, PT Kawasan Industri Terpadu Batang menandatangani Letter of Intent dengan Innovation Platform Capital terkait dukungan pembiayaan infrastruktur pintar dan utilitas kawasan.
Kerja sama tersebut membuka akses pendanaan global berbasis government-backed financing untuk mendukung pengembangan kawasan industri.
Forum itu juga menarik minat sejumlah perusahaan Eropa di sektor circular economy, logistik, otomotif, e-mobility, hingga teknologi baterai seperti Kinazo Design, Power Xtender, ICTS Logistic, dan Schmidt Rozměr s.r.o.
Rangkaian diplomasi investasi kemudian ditutup di Amsterdam dan Den Haag, Belanda, pada 22 Mei 2026. Dalam pertemuan dengan Kedutaan Besar RI di Belanda, KEK Industropolis Batang membahas peluang pembiayaan infrastruktur publik berkelanjutan senilai hingga 300 juta euro melalui lembaga keuangan Invest International Belanda.
Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang Ngurah Wirawan mengatakan hasil kunjungan tersebut memperkuat posisi KEK Industropolis Batang di pasar global.
“Kami tidak sedang sekadar menjual lahan kosong melainkan sedang merajut masa depan sebuah kota industri yang pintar, hijau, dan beradab,” ujar Ngurah.
Menurut dia, masuknya mitra strategis dari Austria, Slowakia, dan Belanda tidak hanya membawa investasi, tetapi juga transfer teknologi dan penguatan pendidikan vokasi bagi tenaga kerja lokal.
Baca Juga: KEK Industropolis Batang Genjot Investasi Teknologi Tinggi dari Jepang
Baca Juga: Investor Korsel Bangun Pabrik di KEK Batang, Siapkan 6.000 Lapangan Kerja
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Edwin Manansang menilai capaian KEK Industropolis Batang menjadi indikator meningkatnya daya saing kawasan ekonomi Indonesia di tingkat global.
“Keberhasilan mengamankan komitmen vokasi internasional dan infrastruktur hijau ini adalah bukti nyata bahwa implementasi fasilitas fiskal dan nonfiskal yang diberikan negara mampu dikonversi menjadi daya saing global,” kata Edwin.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: