Kredit Foto: Antara/Fikri Yusuf
Sementara itu, pasar kendaraan listrik di Afrika memang masih tergolong kecil, namun mulai menunjukkan tren pertumbuhan konsisten. Penjualan EV meningkat dari sekitar 4.000 unit pada 2023 menjadi hampir 25.000 unit pada 2025.
Negara seperti Mesir, Maroko, dan Afrika Selatan menjadi kontributor utama penjualan kendaraan listrik di kawasan tersebut. Adapun Etiopia, Rwanda, dan Nigeria mulai memperluas adopsi kendaraan listrik di pasar domestik.
Laporan IEA juga menyoroti dominasi China dalam industri kendaraan listrik global. Produsen asal China disebut menyuplai hampir 60 persen mobil listrik yang terjual di dunia. Sementara pabrikan dari Eropa dan Amerika Utara masing-masing menyumbang sekitar 15 persen.
Meski prospek jangka panjang dinilai positif, penjualan mobil listrik global sempat melambat pada kuartal pertama 2026. Penjualan EV tercatat turun sekitar delapan persen menjadi 3,9 juta unit dibanding periode yang sama tahun lalu, terutama akibat melemahnya permintaan di China dan Amerika Serikat.
Sebaliknya, pasar Eropa dan sejumlah negara berkembang di Asia masih mencatatkan pertumbuhan positif.
Menurut IEA, penurunan harga baterai, perluasan infrastruktur pengisian daya, dukungan insentif pemerintah, hingga tingginya harga bahan bakar minyak menjadi faktor utama yang mempercepat transisi menuju kendaraan listrik.
Sepanjang 2025, hampir 1,8 juta titik pengisian daya publik baru dibangun di berbagai negara. Dengan tambahan tersebut, jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik global kini telah melampaui tujuh juta unit.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: