- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Libur Bursa Saham, Deal Iran–AS Hampir Rampung Bikin Investor Gigit Jari
Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Penulis buku best seller tentang trading dan investasi, Desmond Wira, menyoroti jadwal libur Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bertepatan dengan semakin dekatnya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
BEI menetapkan libur perdagangan selama dua hari berturut-turut pada pekan ini, yakni Rabu (27/5/2026) untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dan Kamis (28/5/2026) untuk cuti bersama. Pasar saham baru akan kembali dibuka pada Jumat (29/5/2026).
“Jangan lupa, bursa saham akan libur dua hari, Rabu 27 Mei libur Idul Adha, Kamis 28 Mei libur cuti bersama. Pasar saham buka kembali Jumat 29 Mei,” tulis Desmond di akun X pribadinya, Selasa (26/5).
Ia menyayangkan momentum libur tersebut yang beriringan dengan hampir selesainya negosiasi Iran–AS, sehingga pasar saham domestik berpotensi kehilangan momentum penting.
“Libur terus. Sedangkan deal Iran vs AS denger-denger sudah hampir finish. Negosiator dari Iran sudah tiba di Qatar untuk deal. Kalau deal diumumkan pas IHSG libur, lagi-lagi kita nggak dapet momen. Ya sudahlah, nanti dinikmati saja liburnya,” tandasnya.
Sebagai informasi, delegasi tingkat tinggi dan negosiator dari Iran telah tiba di Doha, Qatar pada Senin malam (25/5/2026), untuk melakukan pembicaraan perdamaian intensif mengenai draf kesepakatan dengan AS.
Tim delegasi Iran ini dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan beranggotakan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi serta Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah, 168 Saham Berada di Zona Merah
Baca Juga: IHSG Diproyeksikan Menguat, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
Namun, meskipun pembicaraan dilaporkan mengalami kemajuan besar pada sebagian besar poin diskusi, kesepakatan tersebut belum sepenuhnya final.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan dari Doha bahwa walaupun kesimpulan pada banyak isu telah tercapai, tidak ada pihak yang bisa mengklaim bahwa penandatanganan kesepakatan damai akan terjadi dalam waktu dekat atau imanen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: