Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Dibuka Melemah, 168 Saham Berada di Zona Merah

IHSG Dibuka Melemah, 168 Saham Berada di Zona Merah Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Selasa (26/5/2026) pagi. Melansir data RTI Business pada pukul 09.01 WIB, indeks saham domestik mencatatkan pelemahan sebesar 13,430 poin atau terkoreksi 0,22% ke level 6.192,919.

​IHSG sempat menguat tipis ke level tertinggi di posisi 6.204,584 setelah dibuka pada level 6.201,804. Namun, tak lama setelah pasar dibuka, tekanan jual langsung membawa indeks ke zona merah hingga menyentuh level terendah (low) di 6.185,040.

​Aktivitas transaksi pada menit-menit awal perdagangan tercatat cukup dinamis, dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 853,394 juta lembar saham dan nilai transaksi  membukukan Rp311,021 miliar. Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 56.609 kali transaksi.

​Berdasarkan data pergerakan saham, terdapat 278 saham yang bergerak menguat, 168 saham melemah, dan 204 saham bergerak stagnan alias tidak mengalami perubahan harga. Adapun total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia pagi ini tercatat berada di angka Rp10.712,425 triliun.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal, IHSG sudah berhasil rebound dari “wave 5 / A” sejak indikator RSI telah menunjukkan kondisi extremely oversold. Selain itu, indikator Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positf.

"Para pelaku pasar mencermati tanda-tanda de-eskalasi konflik antara AS dengan Iran. Sentimen ini berhasil menekan harga minyak mentah dunia ke bawah level USD100 per barel, yang memberikan sentimen positif bagi stabilitas makro dan penurunan ketidakpastian global," kata Nafan dalam analisanya.

Adapun Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Iran dan AS telah mencapai kerangka kesepakatan untuk mengakhiri konflik mereka yang telah berlangsung lebih dari dua bulan, tetapi nota kesepahaman potensial tersebut tidak mencakup rincian spesifik tentang pengelolaan Selat Hormuz.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memberi tahu perwakilannya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dan menambahkan bahwa blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku hingga kesepakatan tercapai.

Baca Juga: IHSG Diproyeksikan Menguat, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini

Baca Juga: IHSG Masih Mode Waspada, Ini Saran dari Trader Kontrarian

Untuk sentimen domestik, lanjut Nafan, volume perdagangan berpotensi tertahan mengingat bursa akan memasuki libur panjang dalam beberapa hari ke depan, yakni Hari Raya Iduladha 1447H dan Hari Lahir Pancasila pada periode akhir Mei hingga awal Juni. Para pelaku pasar berpotensi melakukan aksi profit taking jangka pendek demi mengamankan cash.

Selain itu, pelaku pasar cenderung bersikap taktis dan berhati-hati dalam mencermati penyesuaian bobot indeks MSCI kuartalan yang tengah berlangsung dan mulai efektif pada 29 Mei 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Dwi Aditya Putra