Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Emiten Ramai-Ramai Buka Suara soal BUMN Ekspor DSI

Emiten Ramai-Ramai Buka Suara soal BUMN Ekspor DSI Kredit Foto: Istimewa

PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) juga menyebut dampak kebijakan terhadap bisnis perseroan diperkirakan tidak material. Perseroan mencatat kontribusi penjualan ekspor terhadap total pendapatan tahun 2025 hanya sebesar 2,14%.  

“Perseroan memandang bahwa rencana kebijakan tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kelangsungan usaha Perseroan,” tulis manajemen DAAZ.  

Di sektor batu bara, PT Golden Eagle Energy Tbk menyatakan pemerintah akan menerapkan masa transisi mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026 sebelum implementasi penuh pada 1 Januari 2027. Perseroan menyebut selama masa transisi mekanisme ekspor masih berjalan normal dengan tambahan pemberitahuan kepada PT DSI sebagai BUMN ekspor.  

“Perseroan berkeyakinan bahwa kebijakan ini tidak akan berdampak terhadap operasional dari Perseroan,” tulis manajemen Golden Eagle.  

Sementara itu, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menyatakan mendukung kebijakan pemerintah, namun memastikan perseroan tidak melakukan ekspor secara langsung sehingga tidak terdampak terhadap operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.  

Baca Juga: PT DSI Diharapkan Fokus ke Bahan Mentah, Bukan Memonopoli Ekspor Produk Jadi

Baca Juga: Kebijakan Satu Pintu Ekspor Sawit Prabowo Lewat PT DSI Diharapkan Bisa Tambah Daya Tawar Petani

PT Mahkota Group Tbk (MGRO) justru melihat peluang dari kebijakan tata kelola ekspor SDA. Perseroan menilai penguatan hilirisasi dan tata kelola dapat mendorong peningkatan volume penjualan dan optimalisasi harga jual produk.  

“Implementasi kebijakan tersebut dapat memberikan peluang untuk peningkatan volume penjualan dan optimalisasi harga jual produk Perseroan,” tulis manajemen MGRO.  

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri