Kredit Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Menurutnya, eksploitasi besar-besaran dilakukan dengan dalih mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi. Namun dalam praktiknya, justru memunculkan tambang ilegal, manipulasi ekspor, hingga praktik transfer pricing yang merugikan negara.
“Pertumbuhannya malah turun jadi 5 persen, penerimaan pajak turun, kerusakan alam luar biasa. Jadi tidak ada kata yang lebih sopan selain memang ini perampokan,” terangnya.
Fuad memperkirakan potensi kerugian negara akibat praktik tersebut mencapai ribuan triliun rupiah. Keuntungan besar, kata dia, hanya dinikmati segelintir kelompok, sementara negara kehilangan penerimaan pajak dan devisa dalam jumlah besar.
Meski menghadapi tantangan berat, Fuad menilai Prabowo tetap berada di jalur yang tepat. Ia menyebut pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai salah satu langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola ekspor komoditas strategis nasional.
“Semua penjualan nantinya dipusatkan melalui negara. Itu kunci pertama supaya nggak bisa main-main lagi,” katanya.
Menurut Fuad, sistem ekspor satu pintu akan membantu memperkuat devisa negara, meningkatkan penerimaan pajak, sekaligus menekan praktik penyelundupan dan manipulasi perdagangan yang selama ini terjadi.
Namun, ia mengingatkan bahwa langkah tersebut tidak akan berjalan mudah karena berhadapan dengan kelompok-kelompok besar yang selama ini menikmati keuntungan dari sistem lama.
“Mereka akan selalu berusaha mengulur-ulur. Tapi pemerintah harus teguh. Jangan percaya omongan mereka,” imbuhnya.
Fuad bahkan menilai kekuatan oligarki saat ini lebih besar dibanding era Orde Baru.
“Kalau Orde Baru mereka masih di luar pagar kekuasaan. Sekarang mereka sudah bisa mendikte,” ujarnya.
Baca Juga: Respons Relawan soal Jokowi Keliling Indonesia Demi Gibran 2029: Pure untuk PSI
Meski demikian, ia tetap optimistis terhadap arah kebijakan Prabowo dalam membenahi sektor strategis tersebut.
“Tidak ada kekuatan yang lebih besar dari pemerintah kalau pemerintahnya bersih, serius, dan teguh,” ujar Fuad.
Ia pun menutup dengan keyakinan bahwa keberhasilan memperbaiki tata kelola sumber daya alam akan menjadi kunci kebangkitan Indonesia di masa depan.
“Pak Prabowo masih on the track. Rakyat masih punya harapan,” tambahnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri