Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gara-Gara Nama Bluetooth 'BOMB', Pesawat Tujuan Spanyol Putar Balik

Gara-Gara Nama Bluetooth 'BOMB', Pesawat Tujuan Spanyol Putar Balik Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sebuah penerbangan maskapai United Airlines tujuan Spanyol terpaksa melakukan putar balik dan mendarat darurat kembali di Bandara Internasional Newark Liberty, Amerika Serikat, pada Sabtu (30/5) malam waktu setempat.

Keputusan dramatis ini diambil setelah munculnya peringatan keamanan akibat nama perangkat (hotspot/Bluetooth) salah satu penumpang yang dinilai bernada ancaman bom.

Berdasarkan data pelacakan penerbangan, pesawat berjenis Boeing 767 tersebut awalnya lepas landas sekitar pukul 18.00 waktu setempat (Minggu, pukul 05.00 WIB) menuju Palma de Mallorca, Spanyol. Pesawat tersebut membawa total 190 penumpang dan 12 awak kabin.

Namun, setelah hampir tiga jam berada di udara, ketegangan mulai terjadi. Melalui unggahan di media sosial, salah satu penumpang menceritakan bahwa awak kabin berulang kali meminta seluruh penumpang untuk mematikan perangkat Bluetooth mereka.

"Ada dua perangkat yang tetap aktif. Petugas kemudian memeriksa pesawat setelah menemukan sebuah perangkat Bluetooth memakai nama berupa kata empat huruf yang mengancam," tulis salah satu laporan media penerbangan lokal, AirLive.

Media tersebut kemudian mengidentifikasi bahwa nama perangkat yang memicu kepanikan itu bertuliskan "BOMB".

Setelah awak pesawat berkonsultasi dengan pusat operasi maskapai United Airlines di Chicago, keputusan bulat diambil untuk segera memutar balik pesawat demi keselamatan. Boeing 767 itu akhirnya mendarat kembali pada pukul 20.50 waktu setempat (Minggu, pukul 07.50 WIB).

Setibanya di bandara asal, seluruh penumpang langsung dievakuasi dengan instruksi ketat: mereka hanya diperbolehkan membawa paspor dan ponsel genggam.

Seluruh penumpang dan barang bawaan harus menjalani pemeriksaan ulang dari awal oleh otoritas keamanan Amerika Serikat, termasuk Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) serta Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) AS.

Setelah dinyatakan aman, para penumpang akhirnya diberangkatkan kembali menggunakan pesawat pengganti dan kru penerbangan yang baru.

Hingga berita ini diturunkan, pihak United Airlines masih menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas pemilik perangkat maupun sanksi yang akan dijatuhkan kepada penumpang teledor tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat