Kredit Foto: Istihanah
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan reaksi keras menanggapi kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, terkait intensitas perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Dalam responsnya, Teddy secara terbuka menyentil rekam jejak karier Dino Patti Djalal yang disebutnya sebagai diplomat hebat, namun hanya berkesempatan menjabat sebagai Wamenlu selama kurang lebih tiga bulan.
Sentilan ini mencuat saat Teddy meluruskan tudingan Dino terkait efisiensi anggaran dan jumlah rombongan kepresidenan.
"Terima kasih atas masukan dari Pak Dino Patti Djalal, saya pikir (beliau) diplomat hebat, pernah jadi Wamenlu walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan," ujar Teddy dalam video resmi di akun Sekretaris Kabinet.
Teddy langsung membandingkan manajemen perjalanan dinas luar negeri antara era saat Dino Patti Djalal menjabat dengan era pemerintahan Presiden Prabowo saat ini. Ia menegaskan, jumlah delegasi di era Prabowo justru dipangkas habis-habisan hingga lebih dari separuh.
Menurutnya, era Dino, jumlah rombongan delegasi ke luar negeri bisa mencapai 120 orang.
"Pak Prabowo jumlah rombongan dipotong lebih dari 50 persen dari periode sebelumnya," pungkasnya.
Selain memangkas jumlah personel, Teddy juga meluruskan masalah anggaran. Ia mengungkapkan bahwa jika ada kelebihan biaya operasional dari plafon yang disediakan negara, anggaran tersebut sepenuhnya ditanggung oleh kantong pribadi Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Teddy menilai kritik Dino yang menganggap lawatan luar negeri Prabowo hanya untuk ajang pamer atau "gagah-gagahan" adalah sebuah kekeliruan besar.
Menurutnya, sebagai mantan diplomat, Dino seharusnya paham bahwa hubungan emosional antar-pemimpin dunia harus dibangun sebelum krisis terjadi, bukan saat krisis sudah meletus.
"Salah besar kalau dinilai hanya untuk gagah-gagahan. Kita tidak bisa baru mendekat saat krisis terjadi. Diperlukan kedekatan pribadi dan emosional antar-pemimpin, itulah namanya diplomasi," tegas Teddy.
Teddy juga menjawab kritik Dino soal penjadwalan. Ia menjelaskan bahwa jadwal kunjungan kepresidenan terdiri dari jadwal tahunan dan agenda mendesak, terlebih Prabowo memimpin di tengah situasi global yang tidak menentu seperti konflik Ukraina, Venezuela, hingga ketegangan di Timur Tengah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: