Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Viral Pengakuan Jokowi Terkait Ijazah Miliknya Dibantah Eks Dosen Fakultas Kehutanan UGM

Viral Pengakuan Jokowi Terkait Ijazah Miliknya Dibantah Eks Dosen Fakultas Kehutanan UGM Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Polemik Ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terus ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul unggahan yang menyoroti pernyataan Eks Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Kasmudjo. Narasi tersebut menjadi viral karena dianggap membuka fakta baru terkait keterangan mantan presiden itu mengenai masa kuliahnya di UGM.

Salah satu unggahan yang mendapat perhatian luas berasal dari Akun Facebook Wan Boy. Dalam unggahan itu, ia menilai penegasan akademisi tersebut sudah cukup untuk memperkuat keyakinannya mengenai dugaan adanya ketidaksesuaian dalam penjelasan eks presiden soal ijazahnya.

Baca Juga: Kubu Jokowi Dibuat Gemetar Manuver Roy Suryo di Kasus Ijazah: Kalau Diwujudkan, Tentunya Selamat Dia

"Menilai Ijazah Jokowi S1 UGM asli atau palsu bagi saya pribadi cukup dengan menilai fakta ini saja sudah cukup. Fakta cerita kebohongan politikus itu yang digagalkan Kasmudjo," kata Wan Boy, dikutip Minggu (19/7/2026).

Diketahui, Kasmudjo memang menyatakan bahwa dirinya bukan dosen pembimbing skripsi dari Jokowi. Ia juga mengaku tidak pernah melihat ijazah mantan presiden itu secara langsung.

Menurut keterangannya, pada periode 1980–1985 dirinya masih berstatus asisten dosen dengan golongan III/b dan belum memiliki kewenangan untuk membimbing skripsi secara mandiri. Status Kasmudjo tersebut dijadikan dasar argumentasi oleh Wan Boy.

"Masa Jokowi kuliah (1980-1985), yang diakui mantan presiden, akademisi itu masih berpangkat golongan III/b dan berstatus asisten dosen," ujar Wan Boy.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan aturan internal universitas terkait saat itu, seorang asisten dosen belum dapat menjadi pembimbing skripsi tanpa pendampingan dosen yang lebih senior.

"Karena bukan pembimbing skripsi, ia menyatakan tidak mengetahui proses penyusunan skripsi maupun detail fisik ijazah kelulusan dari Jokowi," lanjutnya.

Namun, dalam pemeriksaan di kepolisian terkait kasus tuduhan ijazah palsu, politikus itu memberikan klarifikasi. Jokowi membenarkan bahwa keterangan dari Kasmudjo. Ia bukan pembimbing skripsinya, melainkan pembimbing akademiknya. Adapun pembimbing skripsi yang sebenarnya disebut mantan presiden itu adalah Profesor Achmad Sumitro.

Klarifikasi tersebut justru kembali memicu perdebatan di media sosial. Sebagian netizen menilai penjelasan tersebut merupakan pelurusan atas kekeliruan sebelumnya, sementara sebagian lain menganggap perubahan keterangan itu menimbulkan pertanyaan baru. Wan Boy bahkan menuduh adanya upaya rekayasa untuk menutupi persoalan ijazah tersebut.

"Jokowi sudah banyak membuat rekayasa untuk menutupi kebohongannya terkait ijazah aslinya dari Fakultas kehutanan S1 UGM," katanya.

Meski demikian, hingga kini belum ada putusan pengadilan yang menyatakan ijazah mantan presiden itu palsu. Perdebatan yang berkembang masih berada pada ranah opini publik dan pembuktian hukum yang tengah diproses oleh aparat penegak hukum.

Baca Juga: Hotman Paris: Bayangin Orang Kebanggaan Prabowo Tiba-Tiba Dikriminaliasi, Bahkan Tanpa Pamit

Isu ini terus menjadi bahan diskusi karena melibatkan dokumen pendidikan seorang mantan presiden, sehingga masyarakat terus menyoroti setiap keterangan dari pihak-pihak yang pernah terkait dengan masa kuliah Jokowi di UGM.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar