Kredit Foto: Dokumentasi Kemenko Pangan
Kolaborasi lintas kementerian juga dinilai penting untuk menyusun desain kampanye yang ramah anak guna meningkatkan konsumsi protein hewani secara berkelanjutan.
"Nah inilah Bapak Ibu sekalian yang kami harapkan nanti ketika Kemenko Pangan mungkin bisa bekerja sama dengan BGN bagaimana kita membuat satu model atau satu skenario mengajak anak-anak kita untuk lebih gemar atau lebih senang dengan minum susu tersebut," tegas Gunalan.
Sementara itu, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Merrijantij Punguan Pintaria mengatakan Indonesia masih termasuk negara dengan tingkat konsumsi susu yang rendah di kawasan ASEAN.
"Menurut World Population Review pada tahun 2022, tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia masih sebesar 17,76 liter per kapita per tahun," ujar Merrijantij.
Baca Juga: Ramai Isu MBG Bagikan Susu Formula Bayi, Pemerintah Langsung Revisi Pedoman
Baca Juga: BGN Tegaskan Tidak Buka Opsi Susu Formula Bayi dalam Program Makan Bergizi Gratis
Angka tersebut masih berada di bawah sejumlah negara ASEAN lainnya, menunjukkan bahwa budaya minum susu belum sepenuhnya mengakar di masyarakat.
"(Indonesia) ini di bawah Malaysia yang sudah mencapai 42,49 liter per kapita per tahunnya, dan Singapura sebesar 46,1 liter per kapita per tahun, dan Vietnam juga di atas kita dengan konsumsi sebesar 37,21 liter per kapita per tahun," katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: