Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hadapi Ketegangan Geopolitik, Industri Asuransi Syariah Butuh Tenaga Ahli Berintegritas

Hadapi Ketegangan Geopolitik, Industri Asuransi Syariah Butuh Tenaga Ahli Berintegritas Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Islamic Insurance Society (IIS), Edi Setiawan mengatakan bahwa ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, perubahan rantai pasok internasional, dinamika harga energi, perkembangan teknologi digital, hingga perubahan regulasi lintas negara telah memberikan dampak langsung terhadap industri keuangan dan asuransi global, termasuk industri asuransi syariah di Indonesia. Oleh sebab itu, penguatan sumber daya insani (SDI) di industri asuransi syariah nasional merupakan hal yang mutlak dilakukan.

Terkait dengan Tenaga Ahli Asuransi Syariah, Edi Setiawan menyatakan bahwa industri asuransi syariah Indonesia membutuhkan generasi profesional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, visi, dan komitmen terhadap pengembangan ekonomi syariah nasional.

“Wisudawan harus menjadi agen perubahan dengan memperkuat literasi dan inkluasi, mendorong inovasi produk dan layanan, memperkuat tata kelola dan kepatuhan syariah, memanfaatkan teknologi digital dan artificial intellegence, serta menghadirkan industri asuransi syariah yang semakin sehat, terpercaya, dan kompetitif”, ujarnya dalam acara Wisuda V dan Seminar 2026 IIS yang dikutip di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Sementara itu, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Alis Subiyantoro, menilai industri asuransi syariah saat ini menghadapi momentum penting menjelang batas akhir pelaksanaan spin-off Unit Syariah pada 31 Desember 2026.

“Spin-off harus menjadi momentum penguatan bisnis asuransi syariah. Selain kesiapan tata kelola dan permodalan, inovasi produk serta pemanfaatan teknologi perlu terus ditingkatkan agar industri dapat memperluas pasar dan meningkatkan inklusi keuangan syariah,” kata Alis.

Alis menambahkan bahwa, selama 5 tahun terakhir industri asuransi syariah masih mencatatkan kinerja positif meskipun relatif kecil. Hal ini tercermin dari pertumbuhan  kontribusi bruto selama tahun 2021-2025 yang masih tumbuh sebesar 1,48% per tahun (CAGR). Dalam periode yang sama, aset asuransi syariah tumbuh sebesar 4,26% per tahun (CAGR).

Baca Juga: Produk Unit Link Laris Manis di Tengah Penurunan Premi Asuransi Tradisional

”Market share kontribusi asuransi syariah dibandingkan asuransi komersial (konvensional dan syariah) pada tahun 2025 mengalami penurunan dari 7,96% menjadi 7,57% dan mengalami penurunan pada triwulan I/2026  menjadi 6,25%. Dari sisi aset, market share asuransi syariah mengalami  pertumbuhan dari 4,92% pada tahun 2024 menjadi 5,25% pada tahun 2025 dan 5,26% pada akhir Maret 2026'" tambah Alis.

Sebagai organisasi profesi yang telah berdiri selama 23 tahun, IIS secara konsisten melaksanakan berbagai program pengembangan kompetensi SDI. Sepanjang tahun 2025, IIS telah menyelenggarakan 15 sesi pelatihan tingkat dasar  termasuk inhouse, 5 sesi pelatihan tingkat Ajun Ahli Asuransi Syariah yang diikuti 56 peserta, serta 2 sesi pelatihan tingkat Ahli Asuransi Syariah serta tutorial swakelola dan ujian profesi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman